The 2nd Indonesia Open Karate Championship 2010

Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

25 Oktober 2009

Kata Beregu Putri Indonesia Raih Medali Emas Karate AUSTRIA OPEN 2009

KATA BEREGU PUTRI INDONESIA RAIH MEDALI EMAS

KEJUARAAN KARATE AUSTRIA OPEN 2009


Tim Kata Beregu Putri Indonesia Alit Tresna, Yuli Ekayanti, dan Dewi Yulianti meraih medali Emas, di Kejuaraan Karate Austria Open 2009, yang berlangsung di kota Zalsburg – Austria, 24 – 25 Oktober 2009. Di babak final Tim Kata Putri Indonesia mengalahkan karateka Venezuela dengan Skor 3 – 2 untuk Tim Indonesia. Demikian dikemukakan, Pelatih Kata Tim Pelatnas SEA Games XXV/2009 Laos Omita Olga Ompi.

Omita menambahkan, karateka Pelatnas SEA Games 2009, Fidelys Lolobua berhasil meraih medali Emas Kata perorangan putra, di kejuaraan karate International Goju Tournament di Afrika Selatan 24 – 25 Oktober 2009. Faizal Zainuddin hanya berhasil meraih medali Perak Kata perorangan putra.

”Prestasi yang diperoleh Tim Kata Beregu dan Perorangan Putra/Putri Pelatnas di Kejuaraan Karate Austria Open 2009 dan International Goju Tournament 2009, ini dapat menambah kemampuan dan daya juang untuk meraih medali emas di SEA Games XXV/2009 di Vientiane, Laos.” Tegas Omita.


Sebelumnya Tim Pelatnas SEA Games XXV/2009 di Kejuaraan AKF Senior Championship di China 2009, hanya berhasil meraih tiga medali Perunggu, masing-masing Umar Syarief Kumite – 84 Kg, Donny Dharmawan Kumite – 60 Kg, dan Martinel Prihastuti Kumite – 50 Kg. Sedangkan di Kejuaraan Karate Istambul Open 2009, hanya karateka putri Martinel Prihastuti yang berhasil meraih medali perunggu Kumite – 50 Kg.

Untuk meningkatkan prestasi dan pisik Tim Pelatnas SEA Games XXV/2009, saat ini mereka di latih oleh M. Gusti, Omita Olga Ompi, Syamsuddin, dan pelatih dari Jepang Yasukisa INADA serta Tim Manajer Djafar E. Djantang, di Mako Kopasus Cijantung Jakarta, sampai dengan keberangkatan awal Desember 2009 ke Vientiane, Laos. (Fsaidi)

06 Mei 2009

Atlet Sulsel Sumbang 5 Emas 2nd SMA Cup 2009 Malaysia

MAKASSAR, Upeks - Lima medali emas berhasil disumbangkan karateka asal Sulsel dalam Sport Master Atlhelete II, 2- 4 Mei 2009 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Faizal Zainuddin, Aswar dan Fidelys Lolobua sukses di nomor kata beregu, Hendro Salim menyabet dua medali emas sekaligus di nomor kumite, Ismail Aswar dan Wiwiek Pratiwi masing-masing mendulang medali emas di nomor Komite.
Pelatih Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Sulsel Agus Salim mengatakan hasil yang diraih oleh atlet karate asal Sulsel pada event Malaysia itu, tentu juga dapat berpengaruh baik pada penentuan tim inti cabang olahraga karate Indonesia pada SEA Games XXV-Laos, Desember 2009 nantinya.
"Dengan hasil baik yang diraih oleh para atlet asal Sulsel itu, telah membuktikan mereka memang layak untuk mengisi kans merah-putih, baik untuk SEA Games, maupun untuk event Martial Al Art Games di Thailand pada Juli nantinya, yang dimana dari delapan atlet Sulsel yang mengikuti pelatnas saat ini, terpilih tiga atlet Sulsel yang akan diboyong ke Thailand, yakni Hendro Salim, Ismail Aswar dan Wiwi Pertiwi, "ujarnya kepada Upeks, Senin (4/5).
Ajang Sport Master Atlhelete II Malaysia merupakan pemanasan atlet Indonesia yang sementara mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Kalimantan Timur. Terdapat delapan atlet karate asal Sulsel yang bergabung dalam pelatnas, yakni : Faizal Zainuddin, Aswar, Fidelys Lolobua, Hendro Salim, Ismail Aswar, Teguh Ganeswara, Wiwi Pertiwi dan Ayu Safitri.
Dengan suksesnya di ajang tersebut membuka peluang mereka menuju tim inti cabang olahraga karate Indonesia pada SEA Games.
Dalam ajang tersebut Tim karate Indonesia yang menurunkan 31 atlet, mereka berhasil meraih 24 medali, yang terdiri dari 11 medali emas, 8 medali perak dan 5 medali perunggu. Kesuksesan Indonesia tak lepas dari hasil jerih payah atlet asal Sulsel.Faisal Zainuddin, Aswar dan Fidelis Lolobua (1 medali emas kata beregu), Hendro Salim (2 medali emas kumite), Ismail Aswar (1 medali emas dan 1 perunggu kumite), Wiwik Pratiwi (1 medali emas dan 1 perunggu kumite), Ayu Safitri (2 medali perunggu kumite), Teguh Ganeswara (1 medali perunggu kumite) dan ditambah lagi Faizal Zainuddin (1 medali perak kata perorangan)


Sumber: Upeks

05 Mei 2009

112 Atlet Dipulangkan

PB Forki Sesalkan Pemulangan Tanpa Koordinasi

Jakarta, Kompas - KONI terpaksa memulangkan 112 atlet dari Pelatnas Kejuaraan Bela Diri Asia (Asian Martial Arts Games) yang berlangsung di GOR Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, gara-gara keuangan yang mepet akibat tak ada kucuran dana dari pemerintah.

Komandan Pelatnas Terpadu KONI Djoko Pramono mengatakan, pemulangan dilakukan karena KONI kehabisan biaya untuk membayar honor semua atlet pelatnas, yang totalnya 147 orang. Sejak Mei 2009, keuangan KONI hanya cukup untuk mendanai honor 35 atlet yang lolos seleksi dan bakal terjun ke Asian Martial Arts Games (AMAG) I, yang digelar di Bangkok, Thailand, 6-14 Juni 2009.

Ke-35 olahragawan itu meliputi atlet dari cabang karate sebanyak 7 orang, taekwondo (8), judo (8), pencak silat (6), dan 6 orang lainnya dari cabang wushu. Dengan demikian, honor 112 atlet yang gagal lolos seleksi—juga berasal dari lima cabang itu—tak lagi dibayar KONI per Mei 2009.

”Oleh karena itu, dalam rapat yang dihadiri para pengurus induk organisasi olahraga, akhir April, saya katakan, ’Kalau PB masih mau para atlet tetap ikut pelatnas sampai SEA Games, tolong honornya PB yang bayar,’” kata Djoko, Senin (4/5).

Dalam perkembangan berikutnya, lanjut Djoko, kelima induk cabang olahraga juga tidak punya cukup dana untuk membiayai honor. Kondisi itulah yang memaksa 112 atlet dipulangkan dari Samarinda.

Dinilai sepihak

Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) menyesalkan pemulangan atlet pelatnas, yang dinilai dilakukan sepihak oleh KONI. ”Akibat surat pengembalian atlet Pelatnas Terpadu, hampir semua pelatih dan sebagian atlet yang kini berlatih di Sempaja resah. Jauh lebih baik kalau KONI, sebelum mengeluarkan surat itu, berkonsultasi dulu dengan pengurus kelima cabang yang telah bergabung di Pelatnas AMAG I,” ungkap Djafar Djantang, manajer tim karate untuk AMAG dan SEA Games XXV-2009 Laos pada hari Sabtu lalu.

Djafar bisa mengerti KONI tidak bisa mendanai Pelatnas Terpadu SEA Games XXV-2009 Laos akibat usulan dananya ditolak pemerintah. Meski demikian, jika KONI lebih dahulu mendiskusikan hal tersebut dengan pengurus kelima cabang yang dipersiapkan ke AMAG I Bangkok, mungkin bisa diperoleh jalan keluar lebih baik.

”Sebab, setahu saya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda, serta KONI Provinsi Kaltim telah memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap Pelatnas Terpadu, khususnya Pelatnas AMAG I,” ungkap Djafar yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB Forki.

Pemulangan ini adalah dampak penolakan dana oleh pemerintah. Ketua Umum KONI Rita Subowo mengatakan, meski pengajuan itu ditolak, pelatnas tetap berjalan dengan dana yang diupayakan dari sponsor, donatur, dan lain-lain. ”Untuk Pelatnas Terpadu, kami ajukan Rp 120 miliar ke Menko Kesra, tetapi tidak disetujui. Alasannya, kok baru sekarang. Mungkin kurang prioritas,” tutur Rita (Kompas, 25/4).

Djoko Pramono menyatakan, jika ada keresahan terkait pemulangan atlet, itu mungkin terjadi karena komunikasi internal di induk organisasi. Komandan Pelatnas AMAG Madju Dharyanto Hutapea optimistis, meski kekuatan tim Indonesia berkurang, prestasi yang diraih tetap menonjol. Salah satu tolok ukurnya, saat tim karate berlaga di turnamen Malaysia Open belum lama ini, sebanyak 11 medali emas diraih.

”Tim yang kecil bukan alasan untuk tidak berprestasi,” kata Madju. (ADP/NIC)

Sumber: KOMPAS.Com

Atlet dan Pelatih Berprestasi Terima SK CPNS

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhatian dan kepedulian pemerintah kepada para atlet dan pelatih agar terus memberikan prestasi terbaik, nyaris tak habis-habisnya. Rabu (1/4) di Wisma Menegpora, Jakarta, Pemerintah melalui Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, menyerahkan Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK CPNS) kepada 67 atlet dan pelatih yang berprestasi.

"Mereka diterima sebagai CPNS dengan syarat minimal meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON). Walau menggunakan ijazah SMA, namun sambil jalan, nanti bagi yang sudah sarjana bisa menyesuaikan, sehingga kepangkatan dan gaji mereka bisa disesuaikan dengan ijazah yang dimiliki," kata Sekretaris Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam.

Dia menyebutkan, tahun 2007 sudah dimulai dirintis dengan mengangkat 7 orang altet berprestasi jadi PNS, dari 9 formasi yang disediakan. Tahun 2008, karena didukung Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan BKN, jumlah yang diterima meningkat. Diterima 67 orang dari 75 formasi yang disediakan. Tahun 2009 direncanakan akan diterima 150 atlet/pelatih berprestasi.

Wafid menjelaskan, dari 43 cabang olahraga yang dibina KONI saat ini, hanya yang diterima jadi PNS untuk 22 cabang olahraga, yakni panahan, atletik, renang, bulutangkis, pencak silat, taekwondo, karate, dayung, wushu, angkat berat, catur, tarung drajat, polo air, judo, kempo, balap sepeda, tennis meja, bola voli, bola basket, soft boll, senam, dan menembak.

"Jadi PNS tak akan membatasi gerak mereka untuk tetap berkiprah sebagai atlet dan pelatih. SK pengangkatan mereka terhitung 1 Desember 2008 , sehingga gaji mereka dirapel tanpa potongan. Cuma untuk jadi PNS, semua harus mengikuti prajabatan selama dua minggu, bulan Juli 2009. Taka ada dispensasi," tandas Wafid.

Profesi Olahragawan

Menegpora Adhyaksa Dault seusai menyerahkan SK CPNS secara simbolis kepada peraih dua medali emas SEA Games 2007, sekaligus pemecah rekor SEAG nomor 100 meter, Suryo Agung Wibowo, dan pelatih Kurnia Sari Fatiha mengatakan bahwa pihaknya selama jadi Menegpora, baru kali ini merasa sangat berbahagia, karena menyerahkan langsung SK CPNS kepada atlet/pelatih berprestasi.

"SK CPNS adalah sebuah bentuk penghargaan pemerintah, selain ada bonus berupa uang tunai, misalnya Rp 250 juta per keping emas di ajang SEA Games. Juga ada bantuan 100 rumah bagi mantan atlet berprestasi yang telah diserahkan sebelumnya. Sangat berbahagia hari ini, karena Undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, telah bisa dilaksanakan dengan baik," ungkapnya.

Mengutip pasal 86 ayat 1, Adhyaksa menyatakan, Setiap pelaku olahraga, organisasi olahraga, lembaga pemerintahan atau swasta dan perseorangan yang berprestasi dan atau berjasa dalam memajukan olahraga, diberikan penghargaan. UU Sistem Keolahragaan Nasional, adalah pondasi untuk pembangunan olahraga di Indonesia, yang selama ini belum pernah ada.

"Penghargaan diberikan karena para atlet telah memberikan yang terbaik buat bangsa dan negara. Apalagi, mereka telah mengorbankan masa lalunya. Olahragawan boleh kehilangan masa lalu, tapi tidak kehilangan masa depan. Jadi atlet harus menjadi cita-cita dari dini, jangan karena kecelakaan baru berkeinginan jadi atlet," katanya.

Menurut Adhyaksa, saat ini dan ke depan, olahragawan sudah menjadi profesi yang menjanjikan. Dengan menjadi PNS, atlet bisa lebih fokus untuk mencapai prestasi terbaik. Karena itu, anak-anak sekarang harus didorong dan dibina jika bercita-cita jadi olahragawan. NAL

Sumber: KOMPAS.com

15 April 2009

ASIAN MARTIAL ARTS GAMES Diundur

Jakarta, Kompas - Memburuknya situasi politik di Thailand memaksa Komite Olimpiade Asia atau Olympic Council of Asia menunda pelaksanaan Kejuaraan Bela Diri Asia (Asian Martial Arts Games). Kejuaraan yang mempertandingkan sembilan cabang olahraga bela diri itu sedianya berlangsung 25 April hingga 3 Mei 2009. Namun, atas pertimbangan keamanan, OCA menggeser jadwal AMAG menjadi 6-14 Juni 2009.
Wakil Ketua Komite Olimpiade Asia (OCA) Rita Subowo menjelaskan penundaan AMAG itu saat ditanya Kompas di sela-sela Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Selasa (14/4). ”Sejak kemarin (Senin, 13/4) saya sudah berkoordinasi dengan pengurus teras OCA lainnya untuk mendesak perlunya diambil keputusan soal jadwal AMAG. Karena, bukan hanya Indonesia, negara lain juga sudah bersiap diri,” kata Rita, yang juga Ketua KOI.
Menaikkan gengsi
Kepastian penundaan beredar di kalangan petinggi OCA pada Selasa pagi. Rita, atas nama Wakil Ketua OCA dan Ketua KOI, menerima e-mail penundaan dari Presiden OCA Sheikh Ahmad al-Fahad al-Sabah, Selasa pagi. ”Salah satu dasar pertimbangannya, Asian Martial Arts Games menaikkan gengsi Pemerintah Thailand saat ini. Sementara kini sedang banyak demonstrasi menentang pemerintahan. Jadi, daripada penyelenggaraan AMAG menjadi sasaran unjuk rasa, lebih baik ditunda,” tambah Rita.
Komandan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Terpadu Madju Dharyanto Hutapea mengatakan, ada sisi menguntungkan sekaligus merugikan dari penundaan AMAG. Di satu sisi, kata Madju yang eks karateka nasional era 1970-an itu, pergeseran jadwal membuat tim Indonesia punya lebih banyak waktu untuk persiapan.
Sebaliknya, penundaan juga merugikan karena mengubah persiapan terkait penampilan puncak (peak performance) atlet. ”Pelatnas yang saat ini dipusatkan di GOR Sempaja, Samarinda, sudah sejak jauh-jauh hari dicocokkan dengan tanggal awal AMAG. Karena diundur, mau tidak mau kami harus menyesuaikan peak performance dengan jadwal baru,” kata Madju.
Salah satu faktor pendukung peak performance tim Indonesia adalah VO2max mereka yang 40 persen mencapai angka ideal, yakni 53-54. Bahkan, ada atlet yang VO2max-nya 60. ”Ke depan, karena sudah pasti AMAG diundur, kami harus merancang agar para atlet berada dalam kondisi puncak Juni nanti,” katanya.
Saat ditanya mengenai program pelatnas yang belum bisa berjalan, Madju menyebut pencatatan rekam medik atlet. Rekam medik ini penting agar pelatnas bisa mengetahui penyakit atlet sekaligus memantau obat-obat yang biasa digunakan olahragawan. ”Salah mengonsumsi obat, atlet bisa dikategorikan doping. Kalau sudah dianggap doping, semua rugi. Atlet yang bersangkutan rugi, negara juga rugi karena prestasi yang sudah diraih dibatalkan,” tambah Madju. (ADP)
Sumber: Kompas

14 April 2009

Hasil Seleksi Atlet Calon Mahasiswa UI

Komite Olahraga Nasikonal Idonesia (KONI) Pusat telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Universitas Indonesia (UI) dalam rangka Penyelenggaraan Pendidikan Program Jalur Prestasi Olahraga bagi Atlet KONI di Universitas Indonesia. Pada tahun akademik 2008/2009 terdaftar empat orang atlet yang telah mengikuti kuliah melalui program tersebut.
Untuk tahun ajaran baru 2009/2010, UI melalui KONI kembali membuka pendaftaran jalur atlet berprestasi dengan syarat dan proses penerimaan. Daftar nama atlet yang berhasil mengikuti seleksi Calon Mahasiswa UI sesuai Lampiran SK Ketua Umum KONI Nomor: 40 Tahun 2009 Tanggal, 13 April 2009 tentang Penetapan Nama-Nama Atlet Yang Menglikuti Program Pendidikan di UI Melalui Jalur Atlet Berprestasi, sebagai berikut:
A. Jenjang Vokasi (DJ) atau S1: 1. Luluk Hadyanto/Bulutangkis, 2. Tannya Roumimper/Bowling, 3. Putri Sari Fatimah/Senam Ritmik, 4. Claudio Marselo/Senam Aerobik, 5. Andika Putra/Basebal, 6. Ni Made Claudia Ayu Wijaya/Bulutangkis, 7. Ugrasena/Basebal, 8. Andari Putranti/Sofbal, 9. R. Narendra P./Basebal, 10. Tania/ Bola Basket, 11. Lamis/Bola Basket, 12. Radisya Nurul Nissa/Bola Basket, 13. Pandu S. Nugroho/Basebal, 14. Adi Hutomo/Basebal, 15. Tisna Adiati/Sofbal, 16. Sandi Wirawan/Karate, 17. Zara Alfa Lautanis/Bola Voli, 18. Adam Prawiranegara/Wushu.
B. Jenjang S2: 1. M. Alga Topan/Golf.
Komite Olahraga Nasional Indonesia
Ketua Umum,
Ttd.
Rita Subowo
Kepada para atlet yang telah lolos seleksi harap segera menghubungi Sekretaris Panpel Program Kerjasama KONI-UI, melalui email: yuanita_nasution@koni.or.id untuk proses pendaftaran lebih lanjut.
Sumber: Panpel Program Kerjasama KONI-UI

07 April 2009

Award Pemerintah St.Gallen Swiss untuk Umar Syarief

PRESTASI yang ditorehkan karateka terbaik Indonesia M. Umar Syarief (31) mendapat penghargaan dari Pemerintah St.Gallen City, Swiss. Penghargaan di bidang olahraga itu diterimanya pada Jumat (3/4).
Demikian diceritakan Umar lewat surat elektroniknya kepada Jurnal Nasional.



Tidak hanya Umar yang menerima, para atlet juara Eropa, juara dunia dan juara Olimpiade yang berasal dari kota yang terletak di timur laut negara bebas pajak tersebut juga ikut diberi penghargaan.

Umar yang tahun lalu menjadi juara nasional Swiss serta kejuaraan karate Master Eropa 2008 serta sejumlah gelar lainnya di daratan Eropa, dinilai berjasa karena turut mengangkat nama Kota St.Gallen City. Meski masih mengantongi kewarganegaraan Indonesia, karateka asal JawaTimur itu menetap dan mendirikan dojo (padepokan) karate di kota tersebut sejak April 2007.

Umar tinggal di St. Gallen City bersama istri tercinta Ai Lee Syarief (29 tahun) dan anaknya, Arjun Djunaedy Syarief (1,2 tahun). Usai menerima penghargaan, Umar langsung menuju Milan, Italia untuk mengikuti kejuaraanItalia Terbuka, 4-5 April.

Ahmad Muhajir

04 April 2009

TIM KARATE ASIAN MATRIAL ART GAMES I/2009

Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB. FORKI) telah melakukan seleksi Atlit karate di Samarinda Kalimantan Timur 27 – 28 Maret 2009, untuk mengikuti Asian Matrial Art Games I/2009 di Bangkok – Thailand, 25 April – 3 Mei 2009. Tujuh atlit karate tersebut kumite putri: 1. Dyah Puspitasari - 55 kg (Jateng), 2. Tantri Widyasari - 61 kg (Sumut), dan 3. Wiwik Pertiwi + 61 kg (Sulsel). Kumite putra 1. Donny Dharmawan – 60 kg (Sumut), 2. Ismail Aswar – 67 kg (Sulsel), 3. Rafael – 75 kg (DKI Jaya), dan 4. Hendro Salim – 84 kg (Sulsel). Pelatih M. Gusti dan Syamsuddin, dan Tim Manager Djafar E. Djantang.

Ketua Pembinaan dan Prestasi PB. Forki Madju Dharyanto H, mengatakan atlit karate yang mewakili Indonesia di Asian Matrial Art Games I/2009 di Bangkok, merupakan hasil seleksi karateka yang ikut di Pelatnas SEA Games XXV/2009 Laos.

Lebih lanjut Madju yang juga Komandan Pelatnas Asian Matrial Art Games I/2009 mengatakan, Tim Karate Indonesia rencana akan diberangkatkan tanggal 23 April 2009 menuju Bangkok - Thailand. “Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan di Asian Matrial Art Games I/2009, Lima Cabor yang terdiri dari: Karate, Yudo, Wushu, Taekwondo, dan Pencak Silat, Indonesia mengirim 36 atlit, yang diikuti 43 Negara”. Tegas Madju. (Fsaidi)

01 April 2009

Atlet dan Pelatih Berprestasi Diangkat jadi CPNS Berprestasi-Diangkat-jadi-CPNS

JAKARTA--MI: Sebanyak 29 atlet dan 38 pelatih olahraga yang berprestasi dari 23 cabang olahraga mendapat surat keputusan (SK) jadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Penyerahan SK
CPNS kepada 67 atlet dan pelatih olahraga yang berprestasi dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)Adhyaksa Dault di Wisma Menpora, Jakarta, Rabu (1/4).

Dalam sambutannya, Menpora mengatakan pengangkatan olahragawan dan pelatih yang berprestasi atau minimal meraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) itu bertujuan meningkatkan prestasi olahraga nasional.

"Pengangkatan ini juga sesuai dengan amanat Undang-Undang No 3 Tahun tentang Sistem Keolahragaan Nasional Pasal 86 Ayat 1 dan 3," jelasnya.

Pada Pasal 86 ayat 1 UU Sistem Keolahragaan Nasional menyatakan bahwa setiap pelaku olahraga, organisasi olahraga, lembaga pemerintah/swasta, dan seseorang yang berprestasi dan memajukan olahraga diberi penghargaan.

Lebih lanjut Menpora berharap pengangkatan tersebut dapat lebih memacu semangat untuk bekerja lebih serius lagi. "Mereka diharap akan bersungguh-sungguh lagi meningkatkan prestasi olahraga mereka baik tingkat nasional, regional, dan internasional," katanya.

Dengan meningkatnya prestasi mereka, Menpora menilai harkat dan martabat bangsa Indonesia meningkat dalam pergaulan dalam komunitas dunia.

Menpora juga berharap para atlet dan pelatih yang menjadi CPNS akan lebih fokus lagi dalam berlatih dan berprestasi. Pasalnya mereka sudah memiliki jaminan yang lebih pasti.

Sekretaris Menpora Wafid Muharam mengatakan pengangkatan atlet dan pelatih menjadi CPNS bukan pertama kali. Sebelumnya, pada 2007, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemengepora) telah mengangkat 7 pelatih dan atlet.

Tak hanya itu, Menpora juga telah memberi 100 unit rumah setiap tahun kepada atlet dan pelatih berprestasi. "Pada 2008, Kemenegpora menyediakan 75 tempat bagi pelatih dan atlet untuk diangkat menjadi CPNS. Tetapi yang lolos seleksi 67 atlet dan pelatih," jelasnya. (OL-02)
Sumber: Media Indonesia

24 Februari 2009

Dana Pelatnas Terpadu di Sejumlah Daerah Minim

Penulis : Iwan Kurniawan

JAKARTA--MI: Minimnya pendanaan untuk atlet di sejumlah daerah dalam pelatnas terpadu 2009, membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) khawatir bisa menghambat proses latihan atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti SEA Games 2009 di Laos.

"Msih ada daerah yang mengalami kekurangan pendanaan, di antaranya Jawa Barat dan Jawa Timur," ujar Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo di Jakarta, Senin (23/2).

Ia mengatakan meski demikian pelatnas akan tetap berjalan sesuai dengan jadwal dan tempat ang telah ditentukan. "Saya sadar akan keterbatasan dan kesulitan yang ada di daerah namun kami akan bekerja optimal," ucapnya.

Menurut Rita, KONI akan melakukan upaya secara maksimal untuk menutupi kekurangan, salah satunya melalui win-win solution. "Saya kira kita dapat menerapkan win-win solution untuk membuka akses sehingga permasalahan dapat dipecahkan," paparnya.

Rita menjelaskan terobosan dalam penggalangan dana menjadi hal penting untuk menutupi kekurangan yang ada di pelatnas karena melalui itulah, maka kegiatan yang berhubungan dengan pelatihan akan terurus hingga pelaksanaan kompetisi nanti. "Kita perlu suatu terobosan baru dalam menggalang dana agar pelatnas tetap berjalan," tukasnya.

Selain itu, ia menuturkan melalui berbagai ajang kompetisi yang pernah terselenggara di Indonesia, setidaknya dapat menjadi acuan dasar untuk bekerja secara bersama dengan berbagai pihak terkait. (IK/OL-06)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/

Rita Subowo Tegaskan Pelatnas Tetap Berjalan

JAKARTA-Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo menegaskan pelaksanaan Pemusatan Latihan Nasional Terpadu (Pelatu) tetap berjalan. Meski ia menyadari untuk merealisasikan pemusatan latihan nasional terpadu (pelatu) di daerah tidaklah mudah. Terutama soal mencari dana dari APBD setempat. Namun, Rita Subowo menegaskan pelaksanaan pelatu di daerah tetap berjalan meski dengan keterbatasan soal dana.

“Pelatnas tetap berjalan. Jika kita masih menunggu soal dana. Kapan pelatnas akan dimulai. Saya menyadari daerah kesulitan mencari dana. Namun, tetap kita akan upayakan jalan keluarnya melalui win-win solutions,” tandas Rita Subowo di sela-sela pembukaan turnamen futsal wanita Piala Rita Subowo di Jakarta.

Menurut dia, perlunya terobosan-terobosan baru dalam upaya menggalang dana agar pelatnas tetap berjalan. Namun, ia juga mengaku akan melakukan metoda seperti ketika menghadapi Asian Beach Games (ABG) I lalu.” Ya, kalau perlu metode seperti itu kita terapkan. Dengan keterbatasan dana, pelatnas tetap berjalan. Hasilnya ‘kan sudah terbukti kita mampu menjadi juara umum,” kata dia.

Senada juga dikemukakan, Komandan Pelatnas Terpadu (Pelatu) Djoko Pramono. Ia berharap agar program Pelatu di daerah-daerah tetap berjalan sesuai dengan kondisi yang ada. Pernyataan Djoko Pramono ini terkait penolakan DPRD Jawa Timur dan Riau untuk mengeluarkan anggaran bagi terlaksananya program itu.

“Mari kita sama-sama cari solusi yang cantik melalui win-win solutions. Agar pelaksanaan pelatnas tetap berjalan. Jika perlu kita memakai metode seperti ketika menghadapi Asian Beach Games (ABG) I Di Bali lalu. Meski dengan dana terbatas pelatnas tetap berjalan,” kata Djoko Pramono.

Diaktakan, situasi yang dialami pelatnas saat ini. Kata dia, memang serupa dengan ketika menghadapi ABG. Namun, ketika itu, ia menyarankan kepada Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo untuk tetap menggelar pelatnas meski dana yang terbatas. “Saya juga akan menyarankan hal serupa kepada Ibu Rita Subowo agar pelatnas di daerah tetap berjalan. Meski anggaran KONI/KOI terbatas namun pelatnas tetap jalan dan tidak harus menunggu sampai dana bantuan dari pemerintah cair,” kata dia.

“Jika perlu saya akan melakukan pendekatan dengan cabang-cabang olahraga untuk tetap menggelar pelatnas. Tentunya setelah mendapat instruksi dari Ketua Umum. Saya rasa banyak juga cabang olahraga yang mampu melakukan pelatnas secara mandiri,” tutur Djoko Pramono.

Dikatakan, pada prinsipnya, ia sangat memaklumi dengan kondisi yang terjadi di daerah pada saat ini. Karena untuk mencari dana dari sumber APBD sangat sulit. ”Jaman sudah berubah. Dulu, para Kepala Daerah punya dana taktis untuk menalanginya. Tapi sekarang ini saya akui memang sangat sulit,” tandasnya lagi.

Meski ada penolakan soal pencairan dana pelatnas itu. Djoko Pramono mengatakan, pihaknya tetap tidak akan merevisi atau merubah daerah-daerah yang telah ditetapkan sebagai pelaksana pelatnas. “Ya kalau dipindahkan nantinya repot lagi. Karena ini masalahnya sangat kompleks. Contohnya saja, atlet yang masih bersekolah harus pindah sekolah,” papar Djoko Pramono. (keke)

Sumber: http://www.koni.or.id/

SEA Games Laos 2009: Baru Empat Provinsi Siap Dukung Pelatnas Terpadu 2009

Penulis : Iwan KurniawanJAKARTA--MI: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat menyatakan baru empat provinsi yang siap mendukung penyelenggaraan Pelatnas Terpadu 2009 dalam rangka persiapan para atlet menjelang pelaksanaan SEA Games ke-25 di Laos.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Rosihan Arsyad mengatakan empat provinsi yang siap karena memiliki lokasi, tempat venue dan dana dari APBD yang memadahi sehingga mendukung Pelatnas Terpadu. "Mereka adalah Sumatera Utara, Riau, DKI Jakarta dan Kalimantan Timur," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/2).

Ia menjelaskan, meski telah diresmikan sebagai lokasi pelatihan Pelatnas Terpadu, beberapa provinsi lainnya masih mengalami kendala, terutama masalah pendanaan. "Namun beberapa hari mendatang, kami akan melakukan koordinasi melalui sponsor untuk menindaklanjuti masalah ini," ujarnya.

Solusi masalah-masalah itu akan memberikan persepsi kelonggaran kepada daerah namun masalah seperti transportasi lokal, akomodasi dan fasilitas dilimpahkan kepada daerah. "Sementara dana utama bagi atlet akan disiapkan KONI Pusat," paparnya.

Rosihan mengatakan juga akan melakukan upaya pencarian (penambahan) dana melalui Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. "Kami akan sesegara mungkin menghubungi negara melalui Menpora sehingga dapat memberi tambahan dana sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar," paparnya.

Menurutnya, dana tersebut akan dialokasikan kepada KONI di masing-masing daerah yang dipilih sebagai tempat diselenggarakannya Pelatnas Terpadu sehingga dapat membina para atlet. "Kita ajukan dulu, berapapun dana yang diberikan akan kita pergunakan semaksimal mungkin," ucapnya.

Selain itu, ia menjelaskan terdapat dua cabang olah raga yaitu tinju dan bola voli yang meminta untuk dipindahkan dari daerah yang ditunjuk sebagai tempat Pelatnas Terpadu. "Sebelumnya tinju dipusatkan di Maluku, namun Pertina meminta untuk difokuskan di Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Tentu dana untuk menunjang atlet sebagian dilimpahkan kepada Pertina," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pelatnas KONI Mulyana mengatakan daerah-daerah yang masih bermasalah diakibatkan karena keterbatasan dana pendukung. "Kita upayakan untuk membantu daerah-daerah yang masih kesulitan dana. Saya kira setelah dana dari negara cair maka permasalahan di daerah akan terjawab," katanya.

Ia menjelaskan secara administratif tidak ada masalah karena hasil laporan menggambarkan pengawasan masih dilakukan. "Kita berharap agar penyelengaraan pelatihan dapat berjalan dengan baik dan kami akan terus berkoordinasi," tandasnya.

Mulyana juga menjelaskan pemindahan cabor tinju dilakukan sesuai aturan yang berlaku. "Memang Pertina menginginkan agar tinju dipindahkan, dan tentu saja merekalah yang akan mendanai secara maksimal," pungkasnya. (IK/OL-03)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/

20 Februari 2009

PELATNAS Bela diri Tetap di Kaltim

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menegaskan pihaknya tetap meminta cabang-cabang olahraga beladiri untuk melakukanpemusatan latihan nasional (Pelatnas) SEA Games laos 2009 di Kalimantan Timur Pasalnya, selain sudah ada nota kesepakatan (MOU) dengan kepala daerah, sudah dibuat aturan jelas.

Penegasan tersebut disampaikan komandan Pelatnas cabang bela diri, Madju DharyantoHutapea kepada Media Indonesia ,tadi malam. Menurut Madju, tidak ada alasan bagi sebuah cabang olahraga menolak berlatih di Kaltim. “Saya pikir fasilitas olahraga mereka berstandar Internasional. Mereka juga punya mes dan penginapan atlet,” tegas Madju.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada beberapa cabang yang keberatan melakukan Pelatnas sejak awal di Kaltim. Mereka beralasan, selain sulit dalam pengawasan, sarana di Jakarta jauh lebih lengkap.

“ Kalau ada cabang yang mengatakan tidak bisa meraih hasil maksimal jika berlatih di Kaltim, saya piker itu cuma asumsi. Ketakutan yang tidak perlu. Bagaimana pun semua cabang olahraga di bela diri harus berlatih di Kaltim. Kalau ada satu saja yang dikasih kemudahan , yang lain juga akan menuntut hal yang sama, Ini akan repot,” ujarnya.

Lebih lanjut, Madju juga menuturkan soal sudah adanya titik temu antara Pelatnas dan Program PAL. Pelatnas digelar KONI, sedangkan PAL diadakan Menpora. Sementara itu, Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo akan bertemu Gubernur Sumatera Selatan H Alex Nurdin untuk membicarakan persiapan provinsi itu sebagai tuan rumah SEA Games 2009 Laos. “ Berdasarkan surat keputusan KONI Pusat, Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah pelatnas SEA Games untuk biliar dan Sepakbola,” ujar Sekum KONI Sumsel Dhennie Zainal.

Sumber : http//www.mediaindonesia.com

02 Januari 2009

Indonesia raih 6 emas ASIAN KOI Tournament di Kuala Lumpur

Tim Karate Indonesia raih 6 emas pada event Asia yang dilaksanakan oleh Kobe Osaka International di Kuala Lumpur. Karateka Jintar Simanjuntak Juara kelas kumite -65 kg putra setelah sebelumnya mengalahkan atlet dari UEA pada semifinal dan selanjutnya mengalahkan atlet Malaysia dengan enchosen setelah skor sama 3-3. Sedangkan Rafael yang sebelumnya juara pada Piala KASAD IX lalu di Istora Senayan kembali meraih emas setelah mengalahkan atlet Kazakstan dengan skor 5-1.

Selain Jintar dan Rafael, Faisal asal Sulawesi Selatan menjuarai Kata Perorangan Putra, Emil pada Kata 8 tahun, Rakha pada Kata 12 tahun, Lilik pada Kata 14 tahun.

Tim Indonesia dipimpin oleh Team Manager Madju Daryanto, dan Pelatih Omita Olga Ompi, Syamsuddin dan Donny Zaiko.




Sumber: http://dasrilkarate.com/

10 Desember 2008

14th ASEAN University Games 2008 Kuala Lumpur Malaysia

Tim Karate Mahasiswa PB. Forki Sembilan atlit putri, dan 12 atlit putra akan mengikuti kejuaraan Karate Pekan Olah Raga Mahasiswa ASEAN (14th ASEAN University Games 2008) di Kuala Lumpur Malaysia, 11 s.d 22 Desember 2008.
Tim yang akan dipimpin Ketua Binpres PB. Forki Madju Dharyanto dan didampingi dua pelatih terdiri dari: Abdul Kadir (Pengprov. Forki Jatim, dan Nur Salim (Pengprov. Forki Sulsel), serta dua Wasit Robert D. Wendur dan Musakkir.

Atlit Putri masing-masing 1. Kata Perorangan Putri Dewi P. (Universitas Bung Karno Jakarta, 2. Kata Beregu Putri: Maria Universitas Mercu Buana Jakarta, Prima Universitas Negeri Jakarta, dan Dewi Prasetia Universitas Bung Karno Jakarta, 3. Kumite – 48 Kg/Pi Martinel (Universitas Andalas Padang), 4. Kumite 53 Kg/Pi July Manurung (USU Medan), 5. Kumite – 60 Kg/Pi Atik W. (UKSW Salatiga Jateng), 6. Kumite + 60 Kg/Pi Puspita (UKSW Salatiga Jateng), 7. Kumite bebas Karla D. (Universitas Negeri Jakarta).
12 atlit putra terdiri dari: 1. Kata Perorangan Putra Faizal (Unhas Makasar), 2. Kata Beregu Putra Denis I. Sani (Universitas Tama JKS Jakarta), Verry Maradona (Universitas negeri Jakarta), Angga Firman (Universitas Mustopo Jakarta), 2. Kumite – 55 Kg/Pa Yelovin (STI Rawamangun), 3. Kumite – 60 Kg/Pa Thakasi Hadi (Universitas ISU Medan), 4. Kumite – 65 Kg/Pa Donny Dharmawan (STIE Perbanas Jakarta), 5. Kumite – 70 Kg/Pa Ismail (STIE Perbanas Jakarta), 6. Kumite – 75 Kg/Pa Rafael Meiriski (STIE Perbanas Jakarta), 7. Kumite – 80 Kg/Pa Hendro Salim (Universitas Kristen Makassar), 8. Kumite + 80 Kg/Pa Robby G. (Universitas KEJ 45 Jakarta), 9. Kumite Bebas Jintar (Politeknik Medan).

Prestasi Tim Karate Indonesia di Pekan Olahraga Mahasiswa 13th ASEAN University Games 2006 Vietnam, Tim Karate Indonesia meraih lima medali emas, lima medali perak, dan enam medali perunggu. (Fsaidi)

04 November 2008

SEKJEN PB FORKI LEPAS TIM KARATE WKF XIX/2008


Pengalaman harus selalu menjadi acuan dan efaluasi bagi para atlit karateka Indonesia, khususnya karateka Tim Pelatnas WKF XIX/2008, dengan pelaksanakan Pelatnas di Markas Kopasus Cijantung, dapat meningkatkan disiplin dalam berlatih, yang bermuara untuk meraih prestasi terbaik.
Berlatih dan berlatih, saat bertanding tampilkan yang prima untuk meraih prestasi. Jaga kondisi, perhatikan kesehatan, gunakan waktu istirahat sebaik mungkin untuk meningkat stamina dan kosentrasi saat bertanding, serta jangan juga takabur.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) Hendardji Soepandji mengatakan, saat melepas Tim Pelatnas Karate Kejuaraan Dunia WKF XIX/2008 (The 19th World Karate Championships in Tokyo November 13 - 16, 2008). Hotel Sangrila – Jakarta, 4 Nopember 2008.

Hendardji mengatakan, berjuanglah secara maksimal, untuk mencapai sukses di dalam pertandingan, tiada prestasi dicapai tampa pengorbanan.
“Anda sudah mengorbankan waktu, tenaga, keluarga, dalam mengkikuti Pelatnas WKF XIX, tentunya selalu berdoa semoga Allah memberikan yang terbaik buat tim Pelatnas WKF”, Tegas Sekjen PB Forki.

Tahun 2006 Karateka Donny Dharmawan (Sumut/KKI) berhasil meraih medali perunggu kumite - 65 kg/putra (The 18th World Karate Championships, 12 – 15 October 2006, Tampere - Finland). Forki berharap prestasi bukan saja dihasilkan oleh Donny, karateka yang lain harus sanggup memperjuangkan prestasi terbaik di WKF XIX. minimal dapat mempertahahankan prestasi yang pernah dicapai.

Lebih lanjut dikatakan Hendardji, yang takkalah penting pada saat pertandingan, kekompakan, dan jaga keutuhan tim. “Saya tidak mau mendengar tim ini terpecah belah, taati dan ikuti semua perintah dari tim manajer dan pelatih”, kata Hendardji.
Ditambahkannya, Tim manajer yang bertanggung jawab seluruhnya, sejak berangkat dan kembali ke tanah air, ikuti seluruh aturan main.
Kepada Para Atlit, Manajer, pelatih dan wasit. Sekjen PB Forki mengingatkan, jagalah merah putih, nama dan kehormatan bangsa Indonesia, berjuang dengan semangat sportifitas tinggi, untuk meraih medali di kejuaraan Dunia Karate WKF ini.

PB Forki berharap, Atlit dan ofisial selama mengikuti pertandingan agar memperhatikan, mempelajari kelebihan serta manfaatkan kekurangan dari calon lawan tanding, dan ini merupakan kesempatan bagi karateka Indonesia dan harus belajar dari atlit-atlit terbaik dunia yang terjun dikejuaraan Dunia WKF XIX/2008.

Hendardji menginagtkan, setelah kembali dari Jepang, persiapkan diri untuk mengkikuti Kejurnas Karate Piala KASAD Cup IX/2008 yang akan berlansung di Istora Senayan – Jakarta, 4 – 6 Desember 2008. Hasil Kejurnas Piala KASAD ini, tahap awal akan dipanggil karateka rangking 1 dan 2 ditiap kelas memasuki persiapan Pelatnas SEA Games 2009 awal Januari 2009.

Sementara itu Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Forki Madju Dharyanto H. dalam laporannya mengatakan, atlit pelatnas WKF XIX/2008 akan berangkat ke Tokyo tanggal 9 Nopember 2008, sejak pemusatan pelatihan nasional (Pelatnas) di Markas Kopasus Cijantung, sudah melakukan dua kali simulasi atau latih tanding, yang pertama dengan tim Kopasus Cijantung, dan 31 Oktober dengan Tim Pengprov. Forki Banten, Bekasi, dan Kopasus Cijantung.
Sebelum berangkat Tim Pelatnas WKF XIX, masih akan melakukan simulasi pertandingan dengan karateka terbaik dari perguruan anggota Forki, 7 Nopember 2008 di Markas Kopasus Cijantung.

Madju manambahkan, Atlit karate M. Umar Syarief usai PON XVII/2008 Kaltim berlatih dan mengikuti beberapa kejuaraan di Eropa, prestasinya cukup baik. Bulan Agustus 2008, Umar menjuarai Karate Antar Master Eropa 2008 di Jerman, bulan Oktober 2008 meraih medali perunggu karate Austria Open 2008 Zalsburg – Austria, 11 – 12 Oktober 2008, sebelum bergabung di Pelatnas WKF Umar raih juara di Swiss Championships 2008 (akhir Oktober 2008).
“Mudah-mudahan prestasi yang dicapai Umar, menjadi motifasi bagi karateka Indonesia untuk meningkatkan prestasi baik tingkat nasional maupun internasional”, Tegas Ketua Binpres.
Madju mengajak seluruh insan karate di tanah air, mari kita doakan semoga Lagu Indonesia Raya dan bendera merah putih berkibar di Tokyo, dan Tim Pelatnas WKF XIX dapat meraih prestasi terbaiknay, bagi bangsa dan negara Republik Indonesia.
Pada kesempatan ini PB Forki, menyampaikan terima kasih atas segala bantuan, fasilitas dan sarana pelaksanaan Pelatnas Forki WKF XIX Tahun 2008, yang telah disiapkan oleh Markas Kopasus Cijantung.

Penanggung Jawab Tim Forki WKF XIX/2008, Ketua Binpres Madju Dharyanto H. Tim Manajer M. Jack Napitupulu, Pelatih Delphinus Rumahorbo (Pengprov. Forki Sumut/Inkai). Atlit: 1. M. Umar Syarif + 80 kg/Pa & Bebas (Pengprov. Forki Jatim/Inkanas), 2. Hendro Salim – 80 kg/Pa (Pengprov. Forki Sulsel/Inkado), 3. Ismail Aswar – 70 kg/Pa (Pengprov. Forki Sulsel/Inkado), 4. Ade Bagus – 65 kg/Pa (Pengprov. Forki Kaltim/Inkado), 5. Donny Dharmawan – 60 kg/Pa (Pengprov. Forki Sumut/KKI), 6. Puspita Triana Gustin. – 60 kg/Pi (Pengprov. Forki Jateng/Wadokai), 7. Meliana Evi Kodoati + 60 kg/bebas/Pi (Pengprov. Forki Jatim/Inkanas). Wasit: 1. Donald PL. Kolopita, 2. Haifendri, 3. Frans Matondang.
Kejuaraan Dunia Karate WKF XIX/2008 akan berlangsung di National Olympic Memorial Youth Center 3-1 Kamizono-cho, Yoyogi, Shibuya-ku, Tokyo 13 – 16 Nopember 2008. Ketua Umum PB FORKI Luhut B. Pandjaitan akan menghadiri Kongres WKF yang berlangsung tanggal 12 Nopember 2008. (Fsaidi)

15 Oktober 2008

UMAR SYARIEF RAIH PERUNGGU AUSTRIA OPEN 2008

Umar Syarief karateka Indonesia di kejuaraan karate Austria Open yang berlangsung di kota Salzburg – Austria, 11 – 12 Oktober 2008, berhasil meraih medali perunggu.
Di babak semifinal Umar dikalahkan karateka Swedia Amagjekaj Bleard dengan “enchoseng”. Demikian dikemukakan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Forki Madju Dharyanto Hutapea.

Lebih lanjut dikatakannya, saat pertandingan perebutan juara tiga bersama (medali perunggu) Umar mengalahkan karateka Crosia (Vucic Daniel Nationalteam Croatien CROATIA) dengan angka 4:0. Peraih medali emas Kumite Perorangan putra + 80 kg (Maniscalco Stefano Nationalteam Italy), medali perak diraih karateka Swedia (Amagjekaj Bleard Swedish National Team Sweden), medali perunggu Basette Terry Budokan Karate Orleans France serta Umar Syarief yang mewakili Indonesia.

Ketua Binpres Forki menambahkan, Umar Syarief usai Kejuaraan Karate PON XVII di Balikpapan - Kalimantan Timur, langsung berangkat ke Perancis untuk berlatih, kemudian mngikuti Kejuaraan Karate Internasional Antar Master Eropa yang berlangsung di Rovensburg, Jerman, Kamis (31/7/2008) dan berhasil menjadi Juara Antar Master Eropa 2008.

“Sebelum mengikuti kejuaraan Dunia WKF XIX di Tokyo awal Nopember 2008, Umar Syarief akan mengikuti kejuaraan Karate Italy Open. Mari kita doakan semoga Umar Syarief atlit PB Forki lebih meningkat lagi prestasinya.”, Tegas Madju.

Harapan PB Forki, dengan pengalaman berlatih dan bertanding di Eropa., Umar Syarief dapat mempersembahkan medali untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia WKF XIX/2008 (The 19th World Karate Championships), Tokyo 13 – 16 Nopember 2008. (Fsaidi)

01 Agustus 2008

UMAR SYARIEF JUARA KARATE ANTAR MASTER EROPA

Karateka Umar Syarief berhasil mengangkat nama Indonesia di forum karate internasional, setelah di final mengalahkan karateka tuan rumah yang juga juara bertahan Grunert FRM. Di Kejuaraan Karate Internasional Antar Master Eropa yang berlangsung di Rovensburg, Jerman, Kamis (31/7).

Kejuaraan Karate Internasional Antar Master Eropa, diikuti delapan karateka dari delapan negara, Jerman, Italia, Prancis, Swiss, Austria, Jepang, Indonesia, dan Inggris tersebut, Umar tampil sebagai juara setelah di final mengalahkan karateka tuan rumah yang juga juara bertahan Grunert FRM.

Kabid Binpres PB FORKI Madju Dharyanto mengatakan hasil yang dicapai Umar, di Kejuaraan Karate Internasional Antar Master Eropa. Merupakan prestasi buat karateka Indonesia, agar para karateka Indonesia lainnya yang lebih junior mau mengikuti jejak Umar.

''Kita patut berbangga dengan hasil yang dicapai Umar. Karena boleh dibilang dia berjuang sendirian untuk mengibarkan bendera merah putih dan diiringi lagu Indonesia Raya,'' sambungnya.


Umar Syarief yang lahir di Sidoarjo, 15 April 1997 di PON XVII/ 2008 di Balikpapan – KALTIM. Mewakili Provinsi Jawa Timur berhasil meraih tiga medali emas, masing-masing di kelas kumite perorangan putra + 80 kg, kelas kumite bebas putra , dan kumite beregu putra.

Kematangan prestasi yang dimiliki Umar, saat menghadapi lawan-lawannya yang juga merupakan atlit nasional, membuat Umar menyadari betapa pentingnya tampil di berbagai event internasional. Karena hasilnya bisa dipetik saat turun di multi event nasional.

Bahkan ia boleh dikatakan tetap merajai di semua kelas yang diikutinya. Hal itu juga dilakukan ketika turun di SEA Games XXIII Filipina tahun 2005 lalu. Melalui keuletannya, Umar bisa dikatakan menyumbangkan tiga medali emas sekaligus yaitu di kelas 80 kg, bebas dan beregu.

Dengan prestasi ini, Umar belum terkalahkan dan masih merajai di nomor kumite putra tingkat nasional. Kendati demikian, ia tetap menginginkan adanya regenerasi prestasi. Kemungkinan besar di PON XVIII Riau tahun 2012 tidak akan turun lagi.
Semua itu tidak lain untuk memberikan peluang bagi atlet junior menggantikan posisinya. Namun semua itu tergantung dari keputusan KONIDA Jatim apakah masih dipromosikan ke PON atau tidak. Namun dibenaknya, hanya ingin berprestasi dunia, agar mampu membawa harum nama bangsa dan negara melalui karate. (Fsaidi)

Proposal Kejurnas INKADO VII 2010

PROPOSAL

KEJUARAAN NASIONAL KARATE

INDONESIA KARATE-DO VII TAHUN 2010

I. PENDAHULUAN

Pola pembinaan olahraga prestasi yang baik, dilakukan dengan sistem berjenjang, berlanjut dan berkesinambungan, langkah pembinaan seperti ini yang diterapkan oleh INDUK INDONESIA KARATE-DO (INKADO) sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi PERGURUAN INKADO di tanah air.

Suksesnya program pembinaan yang melahirkan atlet-atlet berprestasi tentunya harus mengintegrasikan program pembinaan dengan melibatkan semua unsur serta dilaksanakan secara simultan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk mendapatkankan atlet berprestasi, disamping proses latihan yang harus di jalankan dengan baik, perlu juga dibarengi dengan menciptakan kompetisi-kompetisi agar proses latihan yang diterapkan dapat diuji dan dievaluasi melaui kompetisi-kompetisi yang ada. Oleh karena itu semakin besar volume dan frekuwensi kejuaraan/kompetisi, maka semakin besar peluang untuk menghasilkan atlet berprestasi.

INDUK INKADO dalam aktifitas pembinaan prestasi mempunyai program kompetisi yang dimulai dari tingkat usia dini, kadet, junior sampai dengan senior, yang dilaksanakan secara nasional.

Pada tahun 2010 kompetisi yang akan dilaksanakan oleh INDUK INKADO adalah Kejuaraan Nasional untuk tingkat KADET , JUNIOR DAN SENIOR yang dikenal dengan KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO VII Tahun 2010.

II. DASAR PELAKSANAAN

Dasar dilaksanakannya KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO Tahun 2010. ini adalah :

1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perguruan INKADO.

2. Program kerja dan kalender Kegiatan Induk INKADO 2006-2011.

3. Surat Keputusan INDUK INKADO Nomor : 014/Kep-Ind/XI/2009, Tertanggal, 30 Nopember 2009.- Tentang : Pengesahan Panitia Pelaksana KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO VII Tahun 2010.

III. MAKSUD DAN TUJUAN

A. Maksud :

a. Mengadakan evaluasi dan menguji prestasi atlet-atlet potensial dari Koordinator daerah secara maksimal.

b. Menciptakan jenjang kompetisi yang terpadu.

B. Tujuan :

a. Meningkatkan frekuensi berkompetisi para atlet-atlet karate berbakat dari Perguruan Inkado pada jenjang tingkat nasional.

b. Untuk menjaring atlet-atlet karate yang akan diproyeksikan untuk mengikuti Pelatnas persiapan PIALA KASAD X tahun 2010.

IV. PENANGGUNG JAWAB DAN PELAKSANA KEGIATAN

Penanggung Jawab Kegiatan :

Pengurus Induk Indonesia Karate-Do ( INKADO )

Ketua Pelaksana kegiatan : Maman Anurachman, SH., MSI.

(Susunan panitia Pelaksana Terlampir)

V. THEMA KEGIATAN

MELALUI KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO Ke-VII TAHUN 2010, KITA TINGKATKAN PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM PERSAUDARAAN KELUARGA BESAR INKADO SEBAGAI ANAK BANGSA UNTUK BERSAMA-SAMA MENINGKATKAN PRESTASI KARATE NASIONAL MENUJU PRESTASI INTERNASIONAL.

VI. KEGIATAN, WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 24 s/d 28 Februari 2010 di Jakarta, dengan perincian kegiatan sebagai berikut :

a. Gashuku / Ujian DAN Tingkat Nasional :

Hari/Tanggal : Rabu, 24 Februari 2010.

Pukul : 06.00. WIB – Selesai.

Tempat : GOR POPKI Cibubur.

Jln. Jambore No. 44 Cibubur – Jakarta Timur.

b. Penataran Wasit dan Juri Tingkat Nasional:

Hari/Tanggal : Rabu, Kamis, 24 & 25 Februari 2010.

Pukul : 08.00 s/d 15.00. WIB

Tempat : GOR POPKI Cibubur.

Jln. Jambore No. 44 Cibubur – Jakarta Timur.

c. Penimbangan Badan:

Hari/Tanggal : Kamis, 25 Februari 2010

Pukul : 09.00 s/d 15.00. Wib

Tempat : GOR POPKI Cibubur.

Jln. Jambore No. 44 Cibubur – Jakarta Timur.

d. Technical Meeting:

Hari/Tanggal : Kamis, 25 Februari 2010.

Pukul : 15.00 s/d 17.00. Wib

Tempat : GOR POPKI Cibubur.

Jln. Jambore No. 44 Cibubur – Jakarta Timur.

e. Pertandingan:

Hari/Tanggal : Jumat, Sabtu, Minggu, 26 s/d 28 Februari 2010.

Pukul : 08.00 s/d 17.00. Wib

Tempat : GOR POPKI Cibubur.

Jln. Jambore No. 44 Cibubur – Jakarta Timur.

VII. PESERTA.

Peserta KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO VII Tahun 2010. adalah :

1. Atlet-atlet karate Korda INKADO

2. Atlet-atlet karate masing-masing kelas terdiri dari dua orang atlet.

3. Peserta harus mendapat rekomendasi dari Ketua Korda.

4. Peserta atlet Karate Cabang Khusus, Cabang dari Korda Papua dan Papua

Barat, masing-masing kelas teridirisatu orang atlet, dan harus mendapat

rekomendasi dari Ketua Cabang.

VIII. JENIS DAN NOMOR PERTANDINGAN.

Even ini akan mempertandingkan 39 (Tiga Puluh Sembilan) Kelas/Nomor Pertandingan yang terdiri dari :

Kadet usia 14 s/d 15 tahun (Kelahiran 1 April 1996 s/d 31 Maret 1994)

Putra : Putri :

1. Kata Perorangan Putra. 1. Kata Perorangan Putri .

2. Kumite – 52 Kg 2. Kumite – 47 Kg

3. Kumite – 57 Kg 3. Kumite – 54 Kg

4. Kumite – 63 Kg 4. Kumite + 54 Kg

5. Kumite – 70 Kg

6. Kumite + 70 Kg

Junior usia 16 s/d 17 tahun (Kelahiran 1 April 1994 s/d 31 Maret 1992)

Putra : Putri :

1. Kata Perorangan. 1. Kata Perorangan.

2. Kata Beregu. 2. Kata Beregui.

3. Kumite – 55 Kg 3. Kumite – 48 Kg

4. Kumite – 61 Kg 4. Kumite – 53 Kg

5. Kumite – 68 Kg 5. Kumite – 59 Kg

6. Kumite – 76 Kg 6. Kumite + 59 Kg

7. Kumite + 76 Kg

Senior

Putra : Putri :

1. Kata Perorangan. 1. Kata Perorangan.

2. Kata Beregu 2. Kata Beregu

3. Kumite - 55 Kg. 3. Kumite – 50 Kg.

4. Kumite – 60 Kg. 4. Kumite – 55 Kg.

5. Kumite – 67 Kg. 5. Kumite – 61 Kg.

6. Kumite – 75 Kg. 6. Kumite – 68 Kg.

7. Kumite – 84 Kg. 7. Kumite + 68 Kg.

8. Kumite + 84 Kg. 8. Best of the Best

9. Best of the Best.

IX. PROTES DAN DISKUALIFIKASI

1. Selama pertandingan berlangsung segala bentuk protes yang

bersifat teknis terhadap keputusan wasit ditiadakan (sesuai peraturan

FORKI). Kecuali masalah kesalahan administrasi.

2. Peserta akan didiskualifikasi bila :

2.1. Tidak terdaftar dalam formulir pendaftaran tim peserta.

2.2. Berat badan tidak sesuai dengan kelas yang diikuti.

2.3. Melanggar peraturan/ketentuan yang telah diterapkan oleh

panitia sesuai dengan hasil technical meeting.

Keterangan :

1. Ketentuan pada Kadet, pertandingan Kumite wajib menggunakan face mack dan bodi protector.

2. Waktu pertandingan kumite untuk Kadet dan Junior durasinya 2 menit

(putra dan putri).

3. Waktu pertandingan kumite untuk Senior meliputi :

3.1. Babak penyisihan durasinya 3 (tiga) menit untuk putra dan 2 (dua)

menit untuk putri.

3.2. Pada babak final memperebutkan Juara I dan final reperchage,

memperebutkan Juara III durasinya 4 (empat) menit untuk putra dan

3 (tiga) menit untuk putri.

4. Apabila pertandingan berakhir seri atau nilai sama maka dilakukan

perpanjangan waktu selama 1 (satu) menit dan pada saat

perpanjangan waktu semua hukuman dihapus dan pertandingan

harus dihabiskan selama 1 (satu) menit penuh walaupun salah satu

kontestan sudah ada yang mendapat point terlebih dahulu (untuk

semua kategori).

5. Untuk Kata beregu pada babak final (perebutan juara I dan II) dan

Final reperchage (perebutan Juara III) harus dimainkan bungkai.

X. PENGHARGAAN

1. Piala bergilir & tetap Ketua Umum INDUK INKADO untuk Juara Umum.

2. Piala Pendiri/Guru Besar INKADO Alm. Prof Dr Drs Baud AD Adikusumo, Best of the Best Senior Putra, dan Piala Ibu Baud AD Adikusumo Best of the Best Senior Putri.

3. Mendali dan Piagam Prestasi untuk Juara I, II dan III bersama.

4. Piagam Penghargaan untuk Tim.

XI. SISTIM PERTANDINGAN DAN PERWASITAN

1. Pertandingan akan menggunakan sitim Gugur/Referchange.

2. Perwasitan menggunakan peraturan WKF.

3. Perebutan Piala The Best of The Best hanya diikuti oleh atlet-atlet yang menjadi juara kumite Senior dikelasnya masing-masing.

4. Jenis KATA yang harus dimainkan dalam pertandingan sesuai dengan ketentuan WKF adalah untuk babak penyisihan dimulai dengan KATA wajib (Shitei) sedangkan pada babak selanjutnya menggunakan KATA bebas.

5. Untuk Nomor KATA Beregu dibabak final harus memainkan bungkai dan bungkai dimainkan maksimal 5 menit sesuai peraturan WKF.

6. Wasit dan Juri yang akan memimpin pertandingan adalah Wasit/Juri Nasional FORKI dan Wasit/Juri INKADO yang telah lulus Ujian / Refreshing sesuai dengan penilaian Dewan Wasit FORKI.

7. Protes dapat dilakukan oleh Pelatih maupun Tim Manajer sepanjang terjadi kesalahan prosedur perwasitan atau administratif dalam pertandingan, dan ditujukan kepada Dewan Wasit atau Pengawas Perwasitan dilapangan saat peristiwa/kejadian. Menyangkut pengambilan poin yang diputuskan oleh wasit tidak dapat diprotes.

8. Peserta akan didiskualifikasi apa bila :

8.1. Berat badan tidak sesuai dengan kelas yang diikuti.

8.2. Melakukan tindakan yang tidak mengganggu jalannya pertandingan.

9. Tim Manager dan Pelatih yang akan mendampingi atlet di lapangan

wajib mengikuti Technical Meeting.

10. Tim Manager dan Pelatih yang mendampingi atlet bertanding

dipinggir lapangan harus mengenakan pakaian Training Sweet dan

bersepatu karet.

XII. AKOMODASI

Panitia tidak menyiapkan tempat penginapan khusus untuk peserta, namun diinformasikan bahwa disekitar GOR POPKI Cibubur Jakarta Timur terdapat banyak tempat penginapan yang berupa DIKLAT-DIKLAT sederhana. Biaya per-hari/per-orang AC Rp 30.000. non AC Rp 15.000. Kosumsi makan (3 kali/per-orang/hari) dengan menu standar Rp 42.000.

Apabila Korda-korda membutuhkan bantuan panitia, akan dibantu dengan waktu pemesanannya paling lambat tanggal 1 Februari 2010.

XIII. KETENTUAN UMUM PESERTA

A. Penataran Wasit/Juri :

1. Peserta penataran dan ujian wasit/ juri harus mendapat rekomendasi /

mandat dari KORDA masing-masing.

2. Peserta Penataran Wasit Juri untuk KATA dan Kumite minimal memiliki

tingkatan DAN II. Dan usia minimal 25 tahun. (fotocopy Sertifikat

DAN harus dilampirkan, yang aslinya dibawa untuk ditunjukkan).

3. Bagi KORDA yang mengutus Wasit A dan B, FORKI, harus

mengikutii penyegaran/refreshing. (1 hari sebelum pertandingan)

4. Peserta harus mengisi formulir yang disiapkan panitia dengan

menyertakan pas foto ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar.

5. Pendaftaran dimulai pada tanggal 1 Februari dan berakhir pada

Tanggal 22 Februari 2010. lewat tanggal tersebut pendaftaran tidak

akan di layani.

B. Biaya pendaftaran wasit/juri :

1. Jika hanya mengikuti penataran dan ujian kumite sebesar Rp. 125.000.

2. Jika hanya mengikuti penataran dan ujian KATA sebesar Rp. 125.000.

3. Khusus untuk peserta yang mengikuti penataran dan ujian Kumite serta KATA sebesar Rp 200.000.

4. Bagi Wasit A dan B, FORKI yang hanya mengikuti refreshing diwajibkan membayar Rp 75.000. dan jika tidak mengikuti refreshing dan tidak membayar uang pendaftaran tidak akan ditugaskan dalam memimpin pertandingan.

5. Selama mengikuti penataran/refreshing peserta belum mendapat fasilitas penginapan dari panitia.

6. Ketentuan lainnya menyangkut penataran perwasitan akan dijelaskan pada saat penataran berlangsung.

7. Membawa perlengkapan sesuai dengan peraturan resmi perwasitan.

8. Wasit dan juri yang akan bertugas dalam Kejurnas ditentukan oleh Ketua Perwasitan Induk INKADO, berdasarkan hasil ujian dan penilaian dari Dewan Wasit FORKI.

9. Mereka yang ditunjuk untuk bertugas sebagai wasit dan juri akan mendapatkan fasilitas penampungan, konsumsi dan transportasi lokal dari panitia selama pertandingan berlangsung (Tgl 25 Februari 2010 Sore s/d Tgl 28 Februari 2010 pagi)

XIV. KETENTUAN UMUM PESERTA GASHUKU & UJIAN DAN

1. Seluruh Peserta Kejurnas wajib mengikuti Gashuku Nasional.

2. Peserta Ujian DAN harus mendapat rekomendasi /

mandat dari Ketua KSH dan KORDA masing-masing.

3. Peserta Ujian DAN harus mengisi formulir yang disiapkan oleh panitia dengan menyerahkan pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 3 (tiga) lembar dan 4x6 sebanyak 3 (tiga) lembar.

4. Peserta Ujian DAN I ke DAN II dan seterusnya harus melampirkan fotocopy ijasah DAN terakhir.

5. Pendaftaran dimulai tgl 0I Februari 2010 dan berakhir pada tanggal 20 Februari 2010, lewat tanggal tersebut tidak dapat dilayani.

XV. BIAYA PENDAFTARAN UJIAN DAN

Biaya pendaftaran ujian DAN sebagai berikut :

1. Kyu 1 (Coklat ) ke Sho-Dan (DAN I ) Rp 250.000.

2. Sho-Dan (DAN I) ke Ni-Dan (DAN II) Rp 300.000.

3. Ni-Dan (DAN II) ke San-Dan (DAN III) Rp 350.000.

4. San-Dan (DAN III) ke Yon-Dan (DAN IV) Rp 400.000.

Untuk yang mengikuti Ujian DAN diwajibkan membayar iuran Rp 120.000. untuk satu tahun, dan Kartu Tanda Anggota (KTA) Rp 50.000. Tanda bukti pembayaran/transfer dikirim melalui Fax : 021-7887082 ditujukan kepada Ibu Yanti.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi

· Sihan Bernadus Lontoh Langitan Hp. 02168675701.

· Sihan Trisetianto Budijulihartono, SE. Hp.081310618530, 0816987964.

· Sihan M. Gusti Hp. 08179836999.

XVI. PERSYARATAN PESERTA PERTANDINGAN

A. Persyaratan Administrasi

1. Pendaftaran peserta dimulai tgl 1 Februari s/d 20 Februari 2010.

2. Panitia meminta perhatian KORDA mengirim daftar nama Atlet dan

Ofisialnya, lebih awal untuk keperluan pendataan.

3. Pas Photo untuk atlet dan ofisial (3x4) sebanyak 3 lembar.

4. Uang Pendaftaran:

Pendaftaran peserta dilakukan pada panitia pendaftaran dengan membayar

biaya pendaftaran masing-masing sebesar :

4.1. Kelas Perorangan Rp 75.000.

4.2. Kelas Beregu Rp 100.000.

5. Mengisi formulir yang telah disiapkan oleh panitia pelaksana.

6. Menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter.

7. Penimbangan badan atlet dilakukan satu hari sebelum pertandingan untuk

menentukan berat badan kelas yang diikuti, dan sebelum dilaksanakan

pada waktu nomor/kelas dipertandingkan akan dilakukan penimbangan

badan ulang, bila melebihi berat badan, maka akan didiskualifikasi.

8. Penjelasan sekitar sitim pertandingan dan perwasitan akan dijelaskan pada saat pertemuan tekhnik (technical meeting).

B. Persyaratan Teknis

Atlet peserta kejuaraan wajib membawa dan menggunakan :

1. Pakaian karate (karategi) berwarna putih bersih.

2. Pelindung gigi (gum shield )

3. Hand protector merah dan biru.

4. Pelindung kaki sesuai standar WKF. (Shin & foot Protector) merah dan biru.

5. Sabuk merah dan biru.

6. Pelindung dada untuk atlet Kumite Putri. (Chest protector )

XVII. KESEHATAN.

1. Panitia menyiapkan pengobatan dalam lingkungan pertandingan sampai batas P3K, selebihnya menjadi tanggung jawab kontingen masing-masing.

2. Rumah sakit rujukan adalah rumah sakit UKI Jakarta dan RSU Pasar

Rebo Jakarta Timur.

XVIII. SEKRETARIAT PANITIA.

Hal-hal yang belum jelas diatur dalam proposal ini dapat menghubungi Sekretariat panitia yaitu dengan alamat :

Jln. Aseli No 49 Rt 011/01 Ciganjur – Jakarta Selatan

Telp.: (021) 709 710 17 Fax.: (021) 788 870 82

E-mail : sekretariat@inkado.org Website : http://www.inkado.org/

Untuk pendaftaran peserta dialamatkan langsung pada Sekretariat panitia di Jakarta.

XIX. PENUTUP.

Demikian proposal kegiatan KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO Ke – VII Tahun 2010 dibuat sebagai gambaran umum penyelenggaraan untuk menjadi acuan dan panduan peserta.

Jakarta, 30 Nopember 2009.

PANITIA PELAKSANA

KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO Ke-VII TAHUN 2010

Ketua , Sekretaris ,

ttd. ttd.

MAMAN ANURACHMAN, SH., MSI. DRS. SYAMSURIZAL, MM.-

Kolonel Laut

Mengetahui :

PENGURUS

INDUK INDONESIA KARATE-DO

Ketua Umum

ttd

YORRYS TH. REWEYAI