The 2nd Indonesia Open Karate Championship 2010

10 Desember 2008

Kejurnas Karate Piala Kasad IX/2008

Istora Gelora Bung Karno Senayan - Jakarta, 4 - 6 Desember 2008
HASIL PERTANDINGAN
JUARA NAMA LENGKAP TEMPAT LAHIR PERGURUAN KONTINGEN
KATA BEREGU PUTRI
1 YULI EKA YANTI PURWOREDJO, 08/004/1980 LEMKARI JABAR
DEWI YULIANTI JAKARTA, 30/04/1981 LEMKARI JABAR
ALIT TRESNA JAKARTA, 09/10/1981 LEMKARI JABAR
2 MARIA ULFAH JAKARTA, 28/06/1987 INKAI DKI JAYA
DEWI PRASETYA KURNIAWAN JAKARTA, 25/101982 INKAI DKI JAYA
PRIMA JEIHEN PUTRI MAYANG JAKARTA, 16/12/1986 INKAI DKI JAYA
3 STEPHANIE D.E.R.W SURABAYA, 16/11/1987 INKAI JATIM
DIKA ARMANIA PUSPITA SARI KEDIRI, 28/04/1989 INKANAS JATIM
INDRIA PRAMODHAKIRANA BLITAR, 16/07/1986 INKAI JATIM
3 NURLAILA FITRI TANGERANG, 09/05/1988 GOJUKAI GOJUKAI
ROHIANAH TANGERANG, 29/09/1991 GOJUKAI GOJUKAI
SYARIFAH DINA FAJARIAH JAKARTA, 08/09/1988 GOJUKAI GOJUKAI
KATA PERORANGAN PUTRI
1 FLENTY M.L. ENOCH JAKARTA, 23/05/1974 GOJUKAI DKI JAYA
2 YULIANTI SYAFARUDIN BEKASI, 04/07/1983 INKAI JABAR
3 IIN HASANAH BEKASI, 05/12/1975 INKAI JABAR
3 PHETALOKA BANDUNG, 21/02/1987 GABDIKA GABDIKA
KUMITE PERORANGAN - 48/KG PUTRI
1 MARTINEL PRIHASTUTI PADANG, 05/03/1984 INKADO SUMBAR
2 DYAH PUSPITASARI GROBOGAN, 03/07/1983 BKC JATENG
3 TELLY MELINDA JAKARTA, 15/01/1982 INKANAS DKI JAYA
3 YENI DWI PURWATI BANYUMAS, 22/01/1990 BKC JATENG
KUMITE PERORANGAN - 53 KG PUTRI
1 JENNY ZEANET JAKARTA, 10/06/1981 GOKASI DKI JAYA
2 NURHADIYANTI FITRIA N. JAKARTA, 22/04/1989 INKAI DKI JAYA
3 JARYATI SALATIGA, 30/04/1983 WADOKAI WADOKAI
3 JULY MANURUNG BALIGE, 30/06/1982 KKI SUMUT SUMUT
KUMITE PERORANGAN - 60 KG PUTRI
1 TANTRI WIDYASARI MEDAN, 25/07/1971 INKANAS SUMUT
2 AYU SAFITRI SUKAMAJU, 12/04/1985 GOJUKAI SULSEL
3 PUSPITA TRIANA GUSTIN SALATIGA, 04/08/1988 WADOKAI WADOKAI
3 ADHEKA RITA TUBAGUS PURBALINGGA, 18/12/1990 INKAI JATENG
KUMITE PERORANGAN + 60 KG PUTRI
1 ATIK WAHYUNINGSIH SEMARANG, 22/04/1984 WADOKAI WADOKAI
2 YULANDA ASMURUF PAPUA, 02/09/1986 KKI KKI
3 SILVAWITA NALIA PADANG, 28/01/1985 LEMKARI LEMKARI
3 MARDIAH NASUTION SE MEDAN, 14/04/1983 INKAI INKAI
KUMITE PERORANGAN BEBAS PUTRI
1 PUSPITA TRIANA GUSTIN SALATIGA, 04/08/1988 WADOKAI WADOKAI
2 WIWI PRATIWI PALOPO, 10/03/1986 INKANAS SULSEL
3 DYAH PUSPITASARI GROBOGAN, 03/07/1983 BKC JATENG
3 WISYE SALENUSSA AMBON, 14/08/1982 GABDIKA MALUKU
KATA BEREGU PUTRA
1 FIDELYS LOLOBUA BAUBAU, 20/07/1985 GOJUKAI SULSEL
FAIZAL ZAINUDDIN WASUPONDA, 29/12/1982 GOJUKAI SULSEL
ASWAR, S.Pd. SOPPENG, 21/10/1977 GOJUKAI SULSEL
2 VERI MARADONA SINAGA JAKARTA, 15/04/1987 INKAI DKI JAYA
ANGGA FIRMALA PUTERA SURABAYA, 25/07/1983 INKAI DKI JAYA
DERIES ISMAIL SANI JAKARTA, 28/02/1987 INKAI DKI JAYA
3 DEDE HAFIDZ JAKARTA, 23/11/1979 INKAI JABAR
EKO SUPRIYANTO BANDUNG, 30/11/1984 INKAI JABAR
AGUS TRIYONO BANYUMAS, 20/09/1982 INKAI JABAR
3 ADHE RENGGA DRESTIAN JOMBANG, 26/05/1986 INKANAS JATIM
HARISON PANGIHUTAN SITUMORANG SURABAYA, 24/11/1985 INKAI JATIM
ADITYA HARJA NENGGAR JOMBANG, 07/08/1988 INKANAS JATIM
KATA PERORANGAN PUTRA
1 FAIZAL ZAINUDDIN WASUPONDA, 29/12/1982 GOJUKAI SULSEL
2 ANGGORO BAYU PRATAMA SURABAYA, 27/11/1989 INKANAS INKANAS
3 FIDELYS LOLOBUA BAUBAU, 20/07/1985 GOJUKAI SULSEL
3 ARY SUMARYADI PONTIANAK, 07/03/1983 INKAI KALBAR
KUMITE PERORANGAN - 55 KG PUTRA
1 BAMBANG MAULIDIN BANDA ACEH, 09/02/1980 WADOKAI DKI JAYA
2 YELLOVIN PRASETYO P.R. MAGELANG, 19/03/1984 INKAI DKI JAYA
3 SYARIF BOGOR, 20/12/1985 BKC JABAR
3 ZELLY HERYANTO MUARA PANAS, 22/07/1984 INKANAS INKANAS
KUMITE PERORANGAN - 60 KG PUTRA
1 DONNY DHARMAWAN P. SIANTAR, 22/02/1984 KKI SUMUT
2 ROESTOMO SOLO, 27/06/1986 AMURA DKI JAYA
3 NURFAN TANDJUNGBULU LUWUK, 28/04/1978 INKANAS INKANAS
3 SURYADI PENIMPANAN, 06/04/1985 INKAI LAMPUNG
KUMITE PERORANGAN - 65 KG PUTRA
1 RISKY SYAHBANA JAKARTA, 05/07/1980 INKADO INKADO
2 JINTAR SIMANJUTAK MEDAN, 04/11/1987 INKANAS INKANAS
3 ADE BAGUS SUTRISNO B.LAMPUNG, 04/08/1984 INKADO KALTIM
3 MUHAMMAD NURFAJAR BANDA ACEH, 11/05/1979 WADOKAI WADOKAI
KUMITE PERORANGAN - 70 KG PUTRA
1 ISMAIL ASWAR WASUPONDA, 17/08/1983 INKADO SULSEL
2 ALIN SUKMA PRANATA YOGYAKARTA, 13/06/1988 INKAI INKAI
3 DEDI IRWANSYAH SIREGAR BALIGE, 02/01/1989 INKAI SUMUT
3 NIKO SIMAREMARE LAGUBOTI, 13/03/1990 KKI KKI
KUMITE PERORANGAN - 75 KG PUTRA
1 RAFAEL MEIRISKY JAKARTA, 15/05/1989 INKANAS DKI JAYA
2 TEGUH GANESWARA BANGGAI, 11/03/1987 INKANAS SULSEL
3 FERI FERDIAN BANDUNG, 14/02/1983 BKC BKC
3 P. TANGGUH WICAKSONO SEMARANG, 17/11/1987 AMURA AMURA
KUMITE PERORANGAN - 80 KG PUTRA
1 IRWANSYAH MEDAN, 16/03/1981 KKI KKI
2 ZAKARIAS M. SOGOROM MERAUKE, 10/11/1973 KKI KKI
3 HENDRO SALIM UNJUNG PNDANG, 18/04/1988 INKADO SULSEL
3 SEPTRI PADANG, 12/09/1985 LEMKARI LEMKARI
KUMITE PERORANGAN + 80 KG PUTRA
1 M. UMAR SYARIEF SIDOARJO, 15/04/1977 INKANAS INKANAS
2 FACKRY DJUNAEDI SEPANJANG, 18/01/1983 INKANAS INKANAS
3 F. BRAZAMUSTY LANGSA, 15/09/1988 KKI KKI
3 ROBBY GANIADI JAKARTA, 14/11/1984 GOKASI DKI JAYA
KUMITE PERORANGAN BEBAS PUTRA
1 HENDRO SALIM UNJUNG PNDANG, 18/04/1988 INKADO SULSEL
2 DEDI IRWANSYAH SIREGAR BALIGE, 02/01/1989 INKAI SUMUT
3 RONI EKO PRASETYO PATI, 09/08/1983 WADOKAI WADOKAI
3 ARJUN S. 0BA, 06/07/1982 INKANAS SULSEL
BEST OF THE BEST PUTRI
PUSPITA TRIANA GUSTIN SALATIGA, 04/08/1988 WADOKAI WADOKAI
BEST OF THE BEST PUTRA
M. UMAR SYARIEF SIDOARJO, 15/04/1977 INKANAS INKANAS
PEROLEHAN MEDALI
NO K O N T I N G E N EMAS PERAK PERUNGGU
1 DKI JAKARTA 4 5 3
2 SULAWESI SELATAN 4 3 3
3 SUMATERA UTARA 2 2 3
4 JAWA BARAT 2 1 2
5 WADOKAI 2 0 3
6 K K I 1 2 2
7 INKANAS 1 1 2
8 SUMATERA BARAT 1 0 0
9 JAWA TENGAH 0 1 3
10 INKAI 0 1 1
11 JAWA TIMUR 0 0 2
12 LEMKARI 0 0 2
13 AMURA 0 0 1
14 BANDUNG KARATE CLUB 0 0 1
15 GABDIKA 0 0 1
16 GOJUKAI 0 0 1
17 KALIMANTAN BARAT 0 0 1
18 KALIMANTAN TIMUR 0 0 1
19 LAMPUNG 0 0 1
20 MALUKU 0 0 1

07 Desember 2008

MENGENAL JKF- GOJUKAI & GOJUKAI IKGA

ASEAN GOJU RYU FEDERATION

Head Quarters : Jl.Raya Pangkalan Sariwangi Cihanjuang No. 141 L Bumi Sariwangi Bandung Barat West Java Indonesia

Affiliated : World Goju Ryu Karate Federation www.wgkf.net

MENGENAL JKF- GOJUKAI & GOJUKAI IKGA

Berbicara tentang Goju Ryu semua orang khususnya dalam dunia perkaratean di Indonesia, sudah bukan merupakan hal yang asing.Tetapi mengenai rumpun mana yang menjadi acuan dari suatu organisasi yang berliran GOJU masih menjadi sebuah kontroversi khususnya di kalangan Saiko Shihan & Shihan Kai sehingga pada jajaran level Sensei dan Senpei banyak terjadi kerancuan pemahaman.

Goju Ryu masuk ke Indonesia di bawa oleh seorang jepang bernama Kunishiro Ishii ( 2nd DAN) dari dojo Shinbukan yang mengadopsi tekhnik GOJUKAI dari Gougen Yamaguchi sang tokoh pendiri GOJUKAI. Kelak Kunishiro Ishii menjadi tokoh dalam berdirinya sebuah organisasi GOKASI (Goju Ryu Karate Shinbukan Indonesia) Seiring perjalanan waktu masuk ke Indonesia beberapa mahasiswa lulusan Jepang turut serta membawa Tekhnik GOJUKAI ke Indonesia. Sebut saja Bapak. Ukas Miharja dari Retsumikan University Gojukai, Bapak.Setyo Haryono,Bapak.Oloan Sitompul,Bapak.Edison Simbolon , bapak.Hartono Syarif (Siau Haw Jiap) ,Bapak.David Simble,bapak .Tanto Nugroho (Tan Tjoe Hok), semua generasi-generasi tersebut membawa tekhnik GOJUKAI.

Di Jepang sendiri pada masa itu telah berdiri ALL JAPAN GOJUKAI FEDERATION yang di dirikan oleh Gougen Yamaguchi Hanshi. Dimana Beliau selain pendiri sekaligus menjadi President, Vice President nya adalah Masutatsu Oyama (Choi Hong Hee) yang kelak menjadi tokoh karateka paling kontroversial melalui KYOKUSHIN yang didirikannya setelah keluar dari ALL JAPAN GOJUKAI FEDERATION.

Gougen Yamaguchi semasa sekolah pada fakultas hukum di Retsumikan University Kyoto, mengenal Goju Ryu dari Jitsuei Yogi Sensei dan kelak berlatih kepada Chojun Miyagi Sensei (Goju Ryu Soke) dimana sebelum berlatih kepada Jitsuei Yogi & Cojun Miyagi Sensei beliau telah menguasi seni beladiri pedang.(Japanese Fencing). Ritsumei-Kan Dai-Gaku Karate Kenkyu Kai adalah dojo pertama yang berdiri di Universitas tersebut.

Gougen Yamaguchi selain berlatih bersama dengan Shojo Ujita, Tsuji Tazaki,Haruyoshi Kagawa,Urakawa, melatih juga murid-murid termasuk Gosei dan Gosen Yamaguchi selain itu juga terdapat murid–murid dari Indonesia yang belajar di Retsumikan University.

Sepeninggalnya Gougen Yamaguchi Hansi, All Japan Gojukai Federation terpecah menjadi beberapa bagian. Sebutlah 3(tiga) organisasi besar yaitu:

1. JKF-Gojukai
2. Seiwakai
3. Gojukai - IKGA

Perpecahan tersebut hanya sebuah perpedaan prinsif dimana Shojo Ujita dan Tsuji Tazaki ingin mempertahankan tradisi OKINAWA GOJU RYU yang terdapat di dalam GOJUKAI sementara Gosei Yamaguchi ingin mengembangan Tradisi Ayahnya yang mendirikan GOJUKAI dengan beberapa warisan peninggalan ayahnya yaitu Taekyoku KATA. Ciptaan Gichin Funakoshi (Shotokan) sebagai sebuah penghormatan dari hubungan persahabatan yang baik antara Gougen Yamaguchi & Gichin Funakoshi.

Akhirnya JKF – Gojukai (Shojo Ujita)& Seiwakai (Tsuji Tazaki) kembali ke Okinawa dan kelak menjadi salah satun pendiri JKF (Japan Karate Federation) sedang Gosei Yamaguchi yang dibantu adiknya Gosen Yamaguchi mengembangkan Gojukai dengan nama baru yaitu GOJUKAI IKGA (International Karate GOJUKAI Association).

JKF-GOJUKAI & SEIWAKAI mempertahan 12 Original GOJU RYU KATA yang di ajarkan Chojun Miyagi Sensei sedang GOJUKAI IKGA berkembang dengan tradisinya dan kelak mengajarkan GOJUKAI - IKGA KATA yaitu :

1. Genkaku
2. Chikaku
3. Tenryu
4. Kouryu

Sedang Tae Kyoku KATA sendiri berkembang menjadi :

1. Taikyoku Jodan I & II
2. Taikyoku Chudan I & II
3. Taikyoku Gedan I & II
4. Taikyoku Kake Uke I & II
5. Taikyoku Mawashi Uke I & II



Adapun 12 Original GOJU RYU KATA yang di pertahankan oleh JKF-GOJUKAI dan SEIWAKAI adalah :

1. Sanchin
2. Gekisai Dai Ichi
3. Gekisai Dai Ni
4. Saifa
5. Seiyunchin
6. Sepai
7. San Seru
8. Shishochin
9. Sesan
10. Kururunfa
11. Separunpei/Petchurin
12. Tensho.

HUBUNGAN JKF-GOJUKAI dan WKF

JKF GOJUKAI sebagai salah satu pendiri JKF (Japan Karate Federation) termasuk JKA, JKF-Shitokai dan JKF-Wadokai adalah para perumus utama dalam menentukan kebijakan KATA WKF dimana JKF-GOJUKAI sekaligus adalah badan kehormatan dalam organisasi WKF. Ini terbukti dari lahirnya Juara Dunia Ryuko Abe dan Atsuko Wakai asuhan Akira Shiomi sebagai Director of JKF GOJUKAI KATA.

Adapun GOJUKAI –IKGA dalam hubungannya dengan WKF hanya sebatas kerja sama sanya serta tidak memiliki Hak Suara dalam penentuan kebijakan KATA Goju Ryu. Lihat List KATA GOJU RYU WKF.

JKF – Gojukai selain ikut serta mengembangkan Shiai namun tetap memelihara ajaran BUDO Okinawa Goju Ryu.

GOJUKAI di INDONESIA

Sudah Jelas bagi Gojukai-IKGA Indonesia adalah anggota Forki dan anggota dari IKGA Honbu pimpinan Gosen Yamaguchi saat ini.dengan bapak. Prof.Dr. Achamad Ali SH.MH.LLM Roku DAN Renshi melanjutkan kepemimpinan bapak.Yoke Parengkuan. Sehingga style yang terdapat dalam Gojukai-IKGA Indonesia nampak dengan jelas pada saat membawakan KATA adalah style GOJUKAI –IKGA arahan Gosen Yamaguchi Hansi.

Sedang bagi Goju Ryu Ass & Gokasi tidak nampak GOJUKAI mana yang dipakai. Sebagai anggota FORKI dengan aturan WKF nya sehingga menurut hemat penulis adalah sangat tepat bila Goju Ryu Ass dan Gokasi mengacu kepada ajaran-ajaran JKF-GOJUKAI. Hal ini di dukung oleh factual bahwa Shinbukan dojo di jepang adalah anggota dari JKF GOJUKAI dan Bapak.Hartono Syarif adalah murid Shojo Ujita (pendiri JKF-GOJUKAI) setelah di rekomendasikan oleh Kunishiro Ishii Sensei.

Namun sayang Goju Ryu Ass & Gokasi bila di anilisa tidak memahami apa yang menjadi perbedaan mendasar Rules JKF-GOJUKAI sebagai perujuk KATA Goju Ryu WKF dan Rules GOJUKAI-IKGA.

Sehingga Goju Ryu Ass arahan Ketua Dewan Guru sensei Alip Supriyanto dan Sensei Bambang Irianto lebih condong kepada mengekor kepada tekhnik GOJUKAI –IKGA dengan memakai nama JKF-GOJUKAI. Dalam hal mengekor kepada GOJUKAI-IKGA tentu tidak akan mendapatkan legitimasi dari Gojukai-Ikga bila tidak mendapatkan restu dari bapak.Achmad Ali Renshi sebagai official representative GOJUKAI-IKGA di Indonesia.

Demikian untuk mendapatkan legitimasi dari JKF –GOJUKAI kedua organisasi Goju (Goju Ryu Ass & Gokasi) harus sekolah dahulu kepada JKF-GOJUKAI dan tidak boleh mengaku - ngaku JKF-GOJUKAI di Indonesia.

Mari kita luruskan persepsi yang baik kepada para karateka generasi Goju Ryu di Indonesia secara Ilmiah dan tidak usah takut menjelaskan kebenaran yang haqiqi justru disitulah terdapat kemuliaan menuju jalan BUDO dengan semangat BUSHIDO.

Maaf khususnya kepada sensei Alip Supriyanto sebagai ketua dewan guru Goju Ryu Ass, Saya akan sangat mendukung sensei dengan Jabatan nya sekarang .Namun anda harus konsekwen sebagai seorang ketua dewan guru dan harus bertanggung jawab atas rusaknya KATA anak2 anda dalam event Piala Kasad IX kemarin. Saya salut dan bangga kepada anak2 Goju Ryu Ass Jogjakarta yang kemarin membawakan KATA beregu SAIFA terjun di tengah-tengah hutan belantara tanpa arahan dan bimbingan Ketua Dewan Guru secara tekhnik maupun strategi.

Semoga tulisan ini dapat menjadi nilai tambah wawasan dan pemahaman tentang GOJU RYU khususnya dan Karate umumya.
Terima kasih.

FIRDAUS SAIFUL ALAM

06 Desember 2008

UMAR SYARIEF DAN PUSPITA TRIANA GUSTIN BEST OF THE BEST PIALA KASAD IX 2008

M. Umar Syarief karateka mewakili Perguruan Inkanas, peraih medali emas Kumite Perorangan + 80 kg putra, dan Puspita Triana Gustin peraih medali emas Kumite Bebas Putri, dari Perguruan Wadokai, Kejurnas Karate Piala Kasad IX/2008. Akhirnya berhasil meraih Best Of The Best Piala KASAD IX 2008 yang berakhir di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Sabtu (6/12).

Keberhasilan kedua karateka di ajang Kejurnas Karate Piala Kasad IX/2008 yang berlangsung 4 s.d 6 Desember 2008, merupakan lambang supermasi kejuaraan karate di tanah air, dengang demikian Umar Syarief dan Puspita mampu menunjukkan pamornya sebagai karateka terbaik tahun 2008.

Piala Kasad VI/2000 di Palembang, Umar Syarief berhasil meraih Best of The Best putra. Sedangkan PON XVII/2008 Balikpapan- Kaltim, Umar Syarief berhasil meraih tiga medali emas, masing-masing kelas kumite + 80 kg/putra, kumite bebas putra, dan kumite beregu putra mewakili Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu dikejuaraan internasional selama tahun 2008, Umar Syarief mengukir prestasi membanggakan. Meraih Juara Kejuaraan Karate Antar Master Eropa 2008, juara tiga Austria Open 2008, dan juara Swis Open 2008.
Karateka Putri dari Salatiga Puspita Triana Gustin, yang baru pertama kali ikut Kejurnas piala Kasad. PON XVII/2008 Kaltim mengukir prestasi meraih medali emas kelas kumite perorangan – 66 kg/putri mewakili Provinsi Jawa Tengah.

M. Umar Syarief di final Best of The Best Piala Kasad IX, bertemu Donny Dharmawan karateka dari Sumatera Utara yang merupakan juara Best of The Best Kejurnas karate Kasad VIII/2006 di Medan. Pertandingan kali ini merupakan pengulangan di final Medan dua tahun yang lalu. Umar berhasil mengalahkan Donny dengan nilai 3 – 2 kemenangan untuk Umar.
Sementara itu Puspita Triana Gustin di final mengalahkan juara Best of the Best Piala Kasad VII dan VIII Jenny Zeanet dari DKI Jaya dengan angka 3 – 0.

Sekjen PB Forki Hendardji Soepandji yang mewakili Ketua Umum PB. Forki saat menutup Kejurnas Karate Piala Kasad IX/2008 menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, utamanya kepada Kepala Staf Angkatan Darat, Panitia Pelaksana, Wasit/juri, Ketua-Ketua Pengprov. Forki, Ketua Perguruan Karate, Tim Manajer/Ofisial, dan seluruh atlit karate yang mengikuti Kejurnas Karate Piala Kasad IX/2008.
Kejurnas yang dilaksanakan dari tanggal 4 s.d 6 Desember 2008 telah berlangsung dengan sukses dan aman, tidak terjadi keributan dalam penyelenggaraannya.

Sekjen PB. Forki mengatakan, yang membagakan Kejurnas kali ini dihadiri langsung Presiden World Karate Federation (WKF) Antonio Espinos dari Spanyol, yang langsung menyaksikan final Best of The Best Piala Kasad IX/2008 dan akan meyerahkan piala bergilir Kasad kepada pemenang.

Lebih lanjut Hendardji mengatakan, juara I dan II hasil Kejurnas karate Piala Kasad IX/2008 ini akan lansung memasuki Pelatihan Nasional (Pelatnas) Karate Forki di Jakarta Januari 2009, menghadapi SEA Games XXV Tahun 2009 di Laos.

Presiden WKF Antonio Espinos mengharapkan, perkembangan karate di Indonesia bisa lebih maju lagi. Setelah melihat langsung kegiatan Kejurnas Karate Piala Kasad IX ini, Indonesia bisa meraih prestasi ditingkat regional maupun internasional.
“Saya mengundang Tim Pelatnas Karate SEA Games XXV/2009, untuk berlatih tanding di negaranya, Spanyol”. Unkap Antonio.

Antonio juga berjanji untuk meningkatkan prestasi karate Indonesia pada bulan April 2009 akan mengirim Dewan Wasit WKF untuk melakukan seminar perwasitan di Indonsia.
Presiden WKF menambahkan, dalam rangka peningkatan tehnik karate khususnya kumite, WKF akan mengirim pelatihnya ke Indonesia dalam tahun 2009.

Berita Terkait :

Hasil Kejurnas Karate Piala KASAD IX Jakarta, 4 - 6 Desember 2008 (Fsaidi)

Umar Syarief dan Puspita Terbaik di Piala KSAD IX/2008

Karateka M. Umar Syarief dari Perguruan Karate Inkanas Jawa Timur, masih terlalu tangguh di Kejuaraan Karate Piala KSAD IX/2008, Umar tampil sebagai yang terbaik, dan berhasil meraih Piala Kasad (Best of the Best) kejurnas Karate Piala Kasad IX/2008. Istora Gelora Bung Karno Senayan – Jakarta, 6 Desember 2008.

Di final, karateka asal Jawa Timur itu mengalahkan juara bertahan Donny Dharmawan dari Sumatera Utara 1-0. Kemenangan Umar sekaligus merupakan pengulangan final Best of the Best Kejurnas Karate Piala Kasad VIII/2006 di Medan dua tahun lalu.
Sejak awal Umar, yang kini menetap di Swiss, memang sangat termotivasi mengalahkan lawannya itu. Selain menebus kegagalan dua tahun lalu, dia juga ingin menunjukkan kepada publik karate Indonesia bahwa dia masih yang terbaik meski usianya tidak muda lagi. Karena itu, dia tampil all-out di Kejurnas Karate kali ini, bahkan, di kelas +80 kg, di final menmgalahkan Karateka Fackry Djunaedi dari Perguruan Karate Inkanas Jatim.

Sementara di nomor putri perebutan piala Kasad, karateka Wadokai Puspita Triana Gustin dari Salatiga Jawa Tengah, memupus impian Juara Best of the Best tahun 2004 di Bandung, dan tahun 2006 di Medan Jenny Zeannet untuk membawa pulang Piala Kasad (DKI Jakarta). Puspita menjadi Best of the Best putri setelah unggul 3-0 atas Jenny. Kemenangan atlit asal Jawa Tengah ini sekaligus memperlebar prestasi pertemuannya atas Jenny. Saat ini dia tercatat telah dua kali mengalahkan Jenny. Terakhir, dia unggul atas Jenny pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional 2007 di Banjarmasin.

Sejak awal Puspita sudah optimistis mampu meraih kemenangan. Apalagi, dia telah mengenal karakter Jenny. “Fakta itu yang membuat saya tampil pede, terutama setelah memiliki modal kemenangan sebelumnya di Banjarmasin,” ungkapnya.
Maklum, kekalahan itu memupuskan harapannya meraih yang terbaik Piala Kasad. Jika itu terjadi, Jenny akan menjadi karateka pertama yang meraih tiga kemenangan berturut-turut. Sejauh ini, selain Jenny, karateka Anneke Mantiri merebut dua kali gelar juara di Piala Kasad I -1985 di Jakarta dan Piala Kasad II-1989 di Manado. Lalu, Sandra Aryani di Piala Kasad V- 1998 di Jakarta dan Piala Kasad VI-2000 di Palembang. (Fsaidi)

04 Desember 2008

Jabar & Sulsel Raih medali emas Kejurnas Karate Piala KASAD IX/2008

Tim Karate Pengprov. Forki Jawa Barat dan Pengprov. Forki Sulawesi Selatan berhasil meraih kembali medali emas Kejurnas Karate Piala KSAD IX/2008 di Istora Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, (04/12).
Yuli Eka Yanti, Dewi Yulianti, dan Alit Tresna merebut medali emas untuk kedua kalinya pada ajang Piala KSAD. Tim beregu Kata putri Jabar di final mengalahkan Tim beregu putri DKI Jakarta (5-0). Medali perak diraih Tim beregu Kata putri DKI Jaya (Maria Ulfa, Dewi P. Kurniawan, Prima J. Putri Mayang. Medali perunggu diraih Tim Jatim (Stephanie D.E.R.W, Dika Armania P.S., Indria P. dan Gojukai (Nulaila Fitri, Rohianah, Syarifah D.F.).
Sementara itu Tim beregu kata putra mewakili Pengprov. Forki Sulawesi Selatan, peraih medali emas SEA Games XXIV Tahun 2007 di Thailand. Faizal Zainuddin, Fidelys Lolobua, dan Aswar. Meraih kembali medali emas di Kejurnas Karate Piala KASAD IX/2008. Di final mengalahkan Tim beregu kata putra Pengprov. Forki DKI Jakarta (5 – 0). Medali perak di raih Tim Kata beregu putra DKI Jaya ( Veri Maradona Sinaga, Angga Firmala P., Deries Ismail Sani). Perunggu diraih Tim Jabar ( Dede Hafidz, Eko Supriyanto, Agus Triyono) dan Tim Jatim (Adhe Rangga Drestian, Harison P. Situmorang, Aditya Harja N.).

Kejuaraan Nasional Karate Piala KASAD IX/2008 yang akan berlangsung hingga Sabtu (6/12) itu dibuka oleh KSAD Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo. ''Melalui event ini diharapkan menjadi momen penting untuk melahirkan bibit unggul yang mampu berkiprah di tingkat nasional hingga internasional,'' kata Agustadi.
Iwan Fals, musisi sekaligus mantan karateka dari Perguruan Wadokai Jakarta, yang meraih medali di Kejuaraan Karate Piala Presiden, juga turut memeriahkan pembukaan dengan melakukan demonstrasi KATA beregu.
Kejurnas Karate Piala KASAD IX tahun 2008 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno Senayan – Jakarta 4 s.d 6 Desember 2008, diikuti 533 karateka dari seluruh Indonesia yang mewakili 32 Pengprov. Forki, 17 Perguruan Karate anggota Forki, dan Tim dari TNI – AD hasil PORAD tahun 2008.
Hal itu dikemukakan Ketua Panitia Kejurnas Karate Piala KASAD IX/2008 Yan Juada Saputra dalam laporannya di acra Pembukaan Kejurnas Karate Piala KASAD IX/2008. Kamis, 4 Desember 2008. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo.
Selain 533 karateka, juga dihadiri 300 wasit dan juri yang mengikuti penataran dan penyegaran Wasit/Juri.
Pada hari pertama ini telah dipertandingkan lima nomor, Kata bergu putra, Kata beregu putrid, Kumite + 60 kg/putri, Kumite – 65 kg/putra, dan Kumite – 70 kg/putra. (Fsaidi)

Proposal Kejurnas INKADO VII 2010

PROPOSAL

KEJUARAAN NASIONAL KARATE

INDONESIA KARATE-DO VII TAHUN 2010

I. PENDAHULUAN

Pola pembinaan olahraga prestasi yang baik, dilakukan dengan sistem berjenjang, berlanjut dan berkesinambungan, langkah pembinaan seperti ini yang diterapkan oleh INDUK INDONESIA KARATE-DO (INKADO) sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi PERGURUAN INKADO di tanah air.

Suksesnya program pembinaan yang melahirkan atlet-atlet berprestasi tentunya harus mengintegrasikan program pembinaan dengan melibatkan semua unsur serta dilaksanakan secara simultan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk mendapatkankan atlet berprestasi, disamping proses latihan yang harus di jalankan dengan baik, perlu juga dibarengi dengan menciptakan kompetisi-kompetisi agar proses latihan yang diterapkan dapat diuji dan dievaluasi melaui kompetisi-kompetisi yang ada. Oleh karena itu semakin besar volume dan frekuwensi kejuaraan/kompetisi, maka semakin besar peluang untuk menghasilkan atlet berprestasi.

INDUK INKADO dalam aktifitas pembinaan prestasi mempunyai program kompetisi yang dimulai dari tingkat usia dini, kadet, junior sampai dengan senior, yang dilaksanakan secara nasional.

Pada tahun 2010 kompetisi yang akan dilaksanakan oleh INDUK INKADO adalah Kejuaraan Nasional untuk tingkat KADET , JUNIOR DAN SENIOR yang dikenal dengan KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO VII Tahun 2010.

II. DASAR PELAKSANAAN

Dasar dilaksanakannya KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO Tahun 2010. ini adalah :

1. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perguruan INKADO.

2. Program kerja dan kalender Kegiatan Induk INKADO 2006-2011.

3. Surat Keputusan INDUK INKADO Nomor : 014/Kep-Ind/XI/2009, Tertanggal, 30 Nopember 2009.- Tentang : Pengesahan Panitia Pelaksana KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO VII Tahun 2010.

III. MAKSUD DAN TUJUAN

A. Maksud :

a. Mengadakan evaluasi dan menguji prestasi atlet-atlet potensial dari Koordinator daerah secara maksimal.

b. Menciptakan jenjang kompetisi yang terpadu.

B. Tujuan :

a. Meningkatkan frekuensi berkompetisi para atlet-atlet karate berbakat dari Perguruan Inkado pada jenjang tingkat nasional.

b. Untuk menjaring atlet-atlet karate yang akan diproyeksikan untuk mengikuti Pelatnas persiapan PIALA KASAD X tahun 2010.

IV. PENANGGUNG JAWAB DAN PELAKSANA KEGIATAN

Penanggung Jawab Kegiatan :

Pengurus Induk Indonesia Karate-Do ( INKADO )

Ketua Pelaksana kegiatan : Maman Anurachman, SH., MSI.

(Susunan panitia Pelaksana Terlampir)

V. THEMA KEGIATAN

MELALUI KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO Ke-VII TAHUN 2010, KITA TINGKATKAN PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM PERSAUDARAAN KELUARGA BESAR INKADO SEBAGAI ANAK BANGSA UNTUK BERSAMA-SAMA MENINGKATKAN PRESTASI KARATE NASIONAL MENUJU PRESTASI INTERNASIONAL.

VI. KEGIATAN, WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 24 s/d 28 Februari 2010 di Jakarta, dengan perincian kegiatan sebagai berikut :

a. Gashuku / Ujian DAN Tingkat Nasional :

Hari/Tanggal : Rabu, 24 Februari 2010.

Pukul : 06.00. WIB – Selesai.

Tempat : GOR POPKI Cibubur.

Jln. Jambore No. 44 Cibubur – Jakarta Timur.

b. Penataran Wasit dan Juri Tingkat Nasional:

Hari/Tanggal : Rabu, Kamis, 24 & 25 Februari 2010.

Pukul : 08.00 s/d 15.00. WIB

Tempat : GOR POPKI Cibubur.

Jln. Jambore No. 44 Cibubur – Jakarta Timur.

c. Penimbangan Badan:

Hari/Tanggal : Kamis, 25 Februari 2010

Pukul : 09.00 s/d 15.00. Wib

Tempat : GOR POPKI Cibubur.

Jln. Jambore No. 44 Cibubur – Jakarta Timur.

d. Technical Meeting:

Hari/Tanggal : Kamis, 25 Februari 2010.

Pukul : 15.00 s/d 17.00. Wib

Tempat : GOR POPKI Cibubur.

Jln. Jambore No. 44 Cibubur – Jakarta Timur.

e. Pertandingan:

Hari/Tanggal : Jumat, Sabtu, Minggu, 26 s/d 28 Februari 2010.

Pukul : 08.00 s/d 17.00. Wib

Tempat : GOR POPKI Cibubur.

Jln. Jambore No. 44 Cibubur – Jakarta Timur.

VII. PESERTA.

Peserta KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO VII Tahun 2010. adalah :

1. Atlet-atlet karate Korda INKADO

2. Atlet-atlet karate masing-masing kelas terdiri dari dua orang atlet.

3. Peserta harus mendapat rekomendasi dari Ketua Korda.

4. Peserta atlet Karate Cabang Khusus, Cabang dari Korda Papua dan Papua

Barat, masing-masing kelas teridirisatu orang atlet, dan harus mendapat

rekomendasi dari Ketua Cabang.

VIII. JENIS DAN NOMOR PERTANDINGAN.

Even ini akan mempertandingkan 39 (Tiga Puluh Sembilan) Kelas/Nomor Pertandingan yang terdiri dari :

Kadet usia 14 s/d 15 tahun (Kelahiran 1 April 1996 s/d 31 Maret 1994)

Putra : Putri :

1. Kata Perorangan Putra. 1. Kata Perorangan Putri .

2. Kumite – 52 Kg 2. Kumite – 47 Kg

3. Kumite – 57 Kg 3. Kumite – 54 Kg

4. Kumite – 63 Kg 4. Kumite + 54 Kg

5. Kumite – 70 Kg

6. Kumite + 70 Kg

Junior usia 16 s/d 17 tahun (Kelahiran 1 April 1994 s/d 31 Maret 1992)

Putra : Putri :

1. Kata Perorangan. 1. Kata Perorangan.

2. Kata Beregu. 2. Kata Beregui.

3. Kumite – 55 Kg 3. Kumite – 48 Kg

4. Kumite – 61 Kg 4. Kumite – 53 Kg

5. Kumite – 68 Kg 5. Kumite – 59 Kg

6. Kumite – 76 Kg 6. Kumite + 59 Kg

7. Kumite + 76 Kg

Senior

Putra : Putri :

1. Kata Perorangan. 1. Kata Perorangan.

2. Kata Beregu 2. Kata Beregu

3. Kumite - 55 Kg. 3. Kumite – 50 Kg.

4. Kumite – 60 Kg. 4. Kumite – 55 Kg.

5. Kumite – 67 Kg. 5. Kumite – 61 Kg.

6. Kumite – 75 Kg. 6. Kumite – 68 Kg.

7. Kumite – 84 Kg. 7. Kumite + 68 Kg.

8. Kumite + 84 Kg. 8. Best of the Best

9. Best of the Best.

IX. PROTES DAN DISKUALIFIKASI

1. Selama pertandingan berlangsung segala bentuk protes yang

bersifat teknis terhadap keputusan wasit ditiadakan (sesuai peraturan

FORKI). Kecuali masalah kesalahan administrasi.

2. Peserta akan didiskualifikasi bila :

2.1. Tidak terdaftar dalam formulir pendaftaran tim peserta.

2.2. Berat badan tidak sesuai dengan kelas yang diikuti.

2.3. Melanggar peraturan/ketentuan yang telah diterapkan oleh

panitia sesuai dengan hasil technical meeting.

Keterangan :

1. Ketentuan pada Kadet, pertandingan Kumite wajib menggunakan face mack dan bodi protector.

2. Waktu pertandingan kumite untuk Kadet dan Junior durasinya 2 menit

(putra dan putri).

3. Waktu pertandingan kumite untuk Senior meliputi :

3.1. Babak penyisihan durasinya 3 (tiga) menit untuk putra dan 2 (dua)

menit untuk putri.

3.2. Pada babak final memperebutkan Juara I dan final reperchage,

memperebutkan Juara III durasinya 4 (empat) menit untuk putra dan

3 (tiga) menit untuk putri.

4. Apabila pertandingan berakhir seri atau nilai sama maka dilakukan

perpanjangan waktu selama 1 (satu) menit dan pada saat

perpanjangan waktu semua hukuman dihapus dan pertandingan

harus dihabiskan selama 1 (satu) menit penuh walaupun salah satu

kontestan sudah ada yang mendapat point terlebih dahulu (untuk

semua kategori).

5. Untuk Kata beregu pada babak final (perebutan juara I dan II) dan

Final reperchage (perebutan Juara III) harus dimainkan bungkai.

X. PENGHARGAAN

1. Piala bergilir & tetap Ketua Umum INDUK INKADO untuk Juara Umum.

2. Piala Pendiri/Guru Besar INKADO Alm. Prof Dr Drs Baud AD Adikusumo, Best of the Best Senior Putra, dan Piala Ibu Baud AD Adikusumo Best of the Best Senior Putri.

3. Mendali dan Piagam Prestasi untuk Juara I, II dan III bersama.

4. Piagam Penghargaan untuk Tim.

XI. SISTIM PERTANDINGAN DAN PERWASITAN

1. Pertandingan akan menggunakan sitim Gugur/Referchange.

2. Perwasitan menggunakan peraturan WKF.

3. Perebutan Piala The Best of The Best hanya diikuti oleh atlet-atlet yang menjadi juara kumite Senior dikelasnya masing-masing.

4. Jenis KATA yang harus dimainkan dalam pertandingan sesuai dengan ketentuan WKF adalah untuk babak penyisihan dimulai dengan KATA wajib (Shitei) sedangkan pada babak selanjutnya menggunakan KATA bebas.

5. Untuk Nomor KATA Beregu dibabak final harus memainkan bungkai dan bungkai dimainkan maksimal 5 menit sesuai peraturan WKF.

6. Wasit dan Juri yang akan memimpin pertandingan adalah Wasit/Juri Nasional FORKI dan Wasit/Juri INKADO yang telah lulus Ujian / Refreshing sesuai dengan penilaian Dewan Wasit FORKI.

7. Protes dapat dilakukan oleh Pelatih maupun Tim Manajer sepanjang terjadi kesalahan prosedur perwasitan atau administratif dalam pertandingan, dan ditujukan kepada Dewan Wasit atau Pengawas Perwasitan dilapangan saat peristiwa/kejadian. Menyangkut pengambilan poin yang diputuskan oleh wasit tidak dapat diprotes.

8. Peserta akan didiskualifikasi apa bila :

8.1. Berat badan tidak sesuai dengan kelas yang diikuti.

8.2. Melakukan tindakan yang tidak mengganggu jalannya pertandingan.

9. Tim Manager dan Pelatih yang akan mendampingi atlet di lapangan

wajib mengikuti Technical Meeting.

10. Tim Manager dan Pelatih yang mendampingi atlet bertanding

dipinggir lapangan harus mengenakan pakaian Training Sweet dan

bersepatu karet.

XII. AKOMODASI

Panitia tidak menyiapkan tempat penginapan khusus untuk peserta, namun diinformasikan bahwa disekitar GOR POPKI Cibubur Jakarta Timur terdapat banyak tempat penginapan yang berupa DIKLAT-DIKLAT sederhana. Biaya per-hari/per-orang AC Rp 30.000. non AC Rp 15.000. Kosumsi makan (3 kali/per-orang/hari) dengan menu standar Rp 42.000.

Apabila Korda-korda membutuhkan bantuan panitia, akan dibantu dengan waktu pemesanannya paling lambat tanggal 1 Februari 2010.

XIII. KETENTUAN UMUM PESERTA

A. Penataran Wasit/Juri :

1. Peserta penataran dan ujian wasit/ juri harus mendapat rekomendasi /

mandat dari KORDA masing-masing.

2. Peserta Penataran Wasit Juri untuk KATA dan Kumite minimal memiliki

tingkatan DAN II. Dan usia minimal 25 tahun. (fotocopy Sertifikat

DAN harus dilampirkan, yang aslinya dibawa untuk ditunjukkan).

3. Bagi KORDA yang mengutus Wasit A dan B, FORKI, harus

mengikutii penyegaran/refreshing. (1 hari sebelum pertandingan)

4. Peserta harus mengisi formulir yang disiapkan panitia dengan

menyertakan pas foto ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar.

5. Pendaftaran dimulai pada tanggal 1 Februari dan berakhir pada

Tanggal 22 Februari 2010. lewat tanggal tersebut pendaftaran tidak

akan di layani.

B. Biaya pendaftaran wasit/juri :

1. Jika hanya mengikuti penataran dan ujian kumite sebesar Rp. 125.000.

2. Jika hanya mengikuti penataran dan ujian KATA sebesar Rp. 125.000.

3. Khusus untuk peserta yang mengikuti penataran dan ujian Kumite serta KATA sebesar Rp 200.000.

4. Bagi Wasit A dan B, FORKI yang hanya mengikuti refreshing diwajibkan membayar Rp 75.000. dan jika tidak mengikuti refreshing dan tidak membayar uang pendaftaran tidak akan ditugaskan dalam memimpin pertandingan.

5. Selama mengikuti penataran/refreshing peserta belum mendapat fasilitas penginapan dari panitia.

6. Ketentuan lainnya menyangkut penataran perwasitan akan dijelaskan pada saat penataran berlangsung.

7. Membawa perlengkapan sesuai dengan peraturan resmi perwasitan.

8. Wasit dan juri yang akan bertugas dalam Kejurnas ditentukan oleh Ketua Perwasitan Induk INKADO, berdasarkan hasil ujian dan penilaian dari Dewan Wasit FORKI.

9. Mereka yang ditunjuk untuk bertugas sebagai wasit dan juri akan mendapatkan fasilitas penampungan, konsumsi dan transportasi lokal dari panitia selama pertandingan berlangsung (Tgl 25 Februari 2010 Sore s/d Tgl 28 Februari 2010 pagi)

XIV. KETENTUAN UMUM PESERTA GASHUKU & UJIAN DAN

1. Seluruh Peserta Kejurnas wajib mengikuti Gashuku Nasional.

2. Peserta Ujian DAN harus mendapat rekomendasi /

mandat dari Ketua KSH dan KORDA masing-masing.

3. Peserta Ujian DAN harus mengisi formulir yang disiapkan oleh panitia dengan menyerahkan pas foto ukuran 3 x 4 sebanyak 3 (tiga) lembar dan 4x6 sebanyak 3 (tiga) lembar.

4. Peserta Ujian DAN I ke DAN II dan seterusnya harus melampirkan fotocopy ijasah DAN terakhir.

5. Pendaftaran dimulai tgl 0I Februari 2010 dan berakhir pada tanggal 20 Februari 2010, lewat tanggal tersebut tidak dapat dilayani.

XV. BIAYA PENDAFTARAN UJIAN DAN

Biaya pendaftaran ujian DAN sebagai berikut :

1. Kyu 1 (Coklat ) ke Sho-Dan (DAN I ) Rp 250.000.

2. Sho-Dan (DAN I) ke Ni-Dan (DAN II) Rp 300.000.

3. Ni-Dan (DAN II) ke San-Dan (DAN III) Rp 350.000.

4. San-Dan (DAN III) ke Yon-Dan (DAN IV) Rp 400.000.

Untuk yang mengikuti Ujian DAN diwajibkan membayar iuran Rp 120.000. untuk satu tahun, dan Kartu Tanda Anggota (KTA) Rp 50.000. Tanda bukti pembayaran/transfer dikirim melalui Fax : 021-7887082 ditujukan kepada Ibu Yanti.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi

· Sihan Bernadus Lontoh Langitan Hp. 02168675701.

· Sihan Trisetianto Budijulihartono, SE. Hp.081310618530, 0816987964.

· Sihan M. Gusti Hp. 08179836999.

XVI. PERSYARATAN PESERTA PERTANDINGAN

A. Persyaratan Administrasi

1. Pendaftaran peserta dimulai tgl 1 Februari s/d 20 Februari 2010.

2. Panitia meminta perhatian KORDA mengirim daftar nama Atlet dan

Ofisialnya, lebih awal untuk keperluan pendataan.

3. Pas Photo untuk atlet dan ofisial (3x4) sebanyak 3 lembar.

4. Uang Pendaftaran:

Pendaftaran peserta dilakukan pada panitia pendaftaran dengan membayar

biaya pendaftaran masing-masing sebesar :

4.1. Kelas Perorangan Rp 75.000.

4.2. Kelas Beregu Rp 100.000.

5. Mengisi formulir yang telah disiapkan oleh panitia pelaksana.

6. Menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter.

7. Penimbangan badan atlet dilakukan satu hari sebelum pertandingan untuk

menentukan berat badan kelas yang diikuti, dan sebelum dilaksanakan

pada waktu nomor/kelas dipertandingkan akan dilakukan penimbangan

badan ulang, bila melebihi berat badan, maka akan didiskualifikasi.

8. Penjelasan sekitar sitim pertandingan dan perwasitan akan dijelaskan pada saat pertemuan tekhnik (technical meeting).

B. Persyaratan Teknis

Atlet peserta kejuaraan wajib membawa dan menggunakan :

1. Pakaian karate (karategi) berwarna putih bersih.

2. Pelindung gigi (gum shield )

3. Hand protector merah dan biru.

4. Pelindung kaki sesuai standar WKF. (Shin & foot Protector) merah dan biru.

5. Sabuk merah dan biru.

6. Pelindung dada untuk atlet Kumite Putri. (Chest protector )

XVII. KESEHATAN.

1. Panitia menyiapkan pengobatan dalam lingkungan pertandingan sampai batas P3K, selebihnya menjadi tanggung jawab kontingen masing-masing.

2. Rumah sakit rujukan adalah rumah sakit UKI Jakarta dan RSU Pasar

Rebo Jakarta Timur.

XVIII. SEKRETARIAT PANITIA.

Hal-hal yang belum jelas diatur dalam proposal ini dapat menghubungi Sekretariat panitia yaitu dengan alamat :

Jln. Aseli No 49 Rt 011/01 Ciganjur – Jakarta Selatan

Telp.: (021) 709 710 17 Fax.: (021) 788 870 82

E-mail : sekretariat@inkado.org Website : http://www.inkado.org/

Untuk pendaftaran peserta dialamatkan langsung pada Sekretariat panitia di Jakarta.

XIX. PENUTUP.

Demikian proposal kegiatan KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO Ke – VII Tahun 2010 dibuat sebagai gambaran umum penyelenggaraan untuk menjadi acuan dan panduan peserta.

Jakarta, 30 Nopember 2009.

PANITIA PELAKSANA

KEJUARAAN NASIONAL INDONESIA KARATE-DO Ke-VII TAHUN 2010

Ketua , Sekretaris ,

ttd. ttd.

MAMAN ANURACHMAN, SH., MSI. DRS. SYAMSURIZAL, MM.-

Kolonel Laut

Mengetahui :

PENGURUS

INDUK INDONESIA KARATE-DO

Ketua Umum

ttd

YORRYS TH. REWEYAI